Oleh: Paryanto (Wakil Rektor Universitas Cokroaminoto Yogyakarta)
PEDULIRAKYAT.CO.ID — Saat ini deruh politik elektoral semakin menggemah. Meskipun pelaksanaan Pemilu baik legislatif maupun Presiden dan Wakil Presiden masih di tahun 2024 tetapi publik Indonesia sudah disuguhi dengan hiruk pikuk kandidasi Bakal Calon Presiden.
Sampai suasana kegembiraan lebaran iedul fitri pun terasa terdisrupsi. Publik disuguhi dan diframing bahwa figur bakal Calon Presiden menjadi solusi dan muara dari banyak masalah serius yang belakangan ini sudah terjadi semakin akun di negara kita ini. Publik dikondisikan untuk abai dengan problem dan posisi SDM Indonesia dalam Human Development Index (HDI) yang semakin merosot, Indeks IQ manusia Indonesia yang berjejer dengab Timor Leste.
Tentu saja kita layak khawatir dengan kondisi SDM (Sumber Daya Manusia) Indonesia yang masih rendah di berbagai aspek.
Kita berharap Indonesia ke depan akan mencatatkan banyak peningkatan, namun masih ada banyak tantangan yang harus dihadapi dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya.
Karena itu, selain urusan figur Bakal Calon Presiden sudah saatnya juga kita mulai memikirkan figur bakal Calon Wapres yang punya rekam jejak, kompetensi, dan ketokohan yang dapat melengkapi figur Bakal Calon Presiden yang sudah banyak beredar.
Indonesia ke depan tidak saja butuh Presiden tetapi juga Wakil Presiden yang tidak saja punya ketokohan dan kompetensi tetapi juga rekam jejak yang teruji dalam pengembangan sumber daya manusia.
Figur tersebut ada pada Prof.Dr. Muhajir Effendy.
Rekam jejaknya sudah teruji. Teruji di dunia birokrasi. Teruji dan berkompetensi kuat dalam aspek-aspek dan faktor yang berkontribusi dalam menyelamatkan dan pengembangan SDM Indonesia, antara lain pendidikan, kesehatan, dan kemiskinan. Pendidikan adalah faktor kunci dalam meningkatkan SDM Indonesia. Meskipun tingkat literasi di Indonesia telah meningkat, masih terdapat perbedaan yang signifikan antara daerah perkotaan dan pedesaan.
Kesehatan juga merupakan faktor penting dalam membangun SDM yang kuat. Namun, Indonesia masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, terutama di daerah pedesaan. Kemiskinan juga menjadi faktor utama yang mempengaruhi SDM Indonesia, karena dapat membatasi akses ke pendidikan dan kesehatan.
Kapasitas, kompetensi dan rekam jejak Prof Muhajir Effendy sungguh mumpuni untuk menjadi Wapres. Insha Allah akan melengkapi kompetensi figur Capres.
Semoga.


Tinggalkan Balasan