Oleh: Muh. Rafli (Ketua Umum IPM Maccini)

PEDULIRAKYAT.CO.ID — Sejak dari kelahiran Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) hingga kemudian terjadinya perubahan nama menjadi Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM) pada tahun 1992 dan kemudian berubah nama kembali menjadi Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Telah melalui proses yang panjang seiring dengan dinamika yang berkembang di masyarakat maupun global. Dan hingga saat ini IPM telah melampaui empat fase perkembangan, Yakni
1. Fase Pembentukan
2. Fase Penataan
3. Fase Pengembangan
4. Fase Kebangkitan

Dengan demikian, kelahiran IPM mempunyai dua nilai straegis. Pertama, IPM sebagai gerakan dakwah amar ma’ruf nahi mungkar di kalangan pelajar. Kedua, IPM sebagai lembaga kaderisasi Muhammadiyah yang dapat membawa misi Muhammadiyah pada masa mendatang.

Era baru sekaligus gagasan baru tersebut hendaklah disambut oleh Ikatan Pelajar Muhammadiyah sebagai ortom. Dalam konteks Internasionalisasi Gerakan, pelajar memiliki berbagai keunggulan dan kesempatan yang lebih banyak. Hal tersebut ditunjang dengan akses fasilitas yang lebih mudah sehingga peran dakwah itu bisa dilakukan dengan pengelolaan yang baik.

Salah satu bagian fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh pelajar hari ini adalah ragam bentuk perkembangan Teknologi. Terlebih lagi teknologi digital yang telah menghapuskan jarak dan waktu yang selama ini menjadi kendala dalam berkomunikasi. Maka, kesempatan itu harus dimanfaatkan dengan baik untuk keberlanjutan umat. Hal ini untuk ikut serta berperan dalam dunia Internaional tersebut bisa kita mulai melalui dunia digital dan turunannya.

Sebagai pelajar di bawah naungan Ikatan Pelajar Muhammadiyah, kita harus memiliki tekad dan semangat kuat untuk meraih masa depan yang lebih baik. Harus digaris bawahi perubahan dinamis yang tengah terjadi di dunia, yang dipacu oleh cepatnya perkembangan teknologi informasi dan komunkasi. Oleh karena itu pentingnya menjadi pelajar yang kompoten dan adaptif. Memiliki keterampilan berkualitas, serta sikap positf dan proaktif dalam menghadapi perubahan, menjadi landasan utama dalam menghadapi era baru ini.

Pengetahuan yang diperoleh di bangku sekolah dan kampus harus di wujudkan dalam aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat. IPM dipandang sebagai agen perubahan yang dapat turut serta dalam pembangunan bangsa melalui karya-karya nyata. Dan perlu di barengi dengan memperkuat nilai-nilai Islam sebagai landasan gerakan Muhammadiyah. Perlunya berpegang teguh pada ajaran agama, serta mendorong nilai toleransi, keadilan, dan kebersamaan. IPM diharapkan senantiasa berkomitmen untuk menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan islam sebagai rahmat seluruh alam.

Mengutip dari muhammadiyah.or.id, “Bahwa pentingnya menguasai, mempelajari, dan mengembangkan segala aspek pengetahuan dan keterampilan demi kesejahteraan umat. Tujuannya adalah agar kita semua bisa menjadi generasi yang tangguh, tidak hanya ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga dalam karakter yang baik, moralitas yang tinggi, serta semangat untuk memperjuangkan kebenaran dan hak asasi manusia”. Sebetulnya nilai sempurna yang di dapatkan dalam pembelajaran tidak memiliki arti yang berarti jika moralitas serta budi pekerti kita rendah.

“Jalan satu langkah, lihat lagi langkah kedepan” atau dengan kata lain Step By step. IPM Kota Makassar telah melakukan berbagai hal-hal yang bermanfaat, mulai pelatihan, seminar-seminar kemudian adanya loka karya ipm kota Makassar dan masih banyak lagi. Dan takkalah menariknya terdapat ajang turnamen secara online yang baru-baru ini di realisasikan. Ini menandakan sebagai bagian dari langkah nyata menuju Era Baru Ipm Kota Makassar.

Karna perkembangan zaman terus berjalan maka kita sebagi bibit-bibit persyarikatan Muhammadiyah tidak boleh tertingal jauh dan harus mengambil langkah-langkah yang konkrit dan tepat. Jangan pernah berhenti berjuang, jangan pernah merasa puas, salurkan ide dan gagasan untuk menciptan karya-kaya. Mari terus bergandengan tangan, karna kita adalah Ikatan.

Stay connect With Us :