Oleh: Dwi Aristina (Ketua Bidang IMMawati PC IMM Barru).
PEDULIRAKYAT.CO.ID — Di era seperti sekarang ini sudah banyak perempuan yang dapat memimpin dan memiliki pengaruh besar terhadap suatu kebijakan penting di dunia. karena itu, bagi perempuan perayaan hari perempuan Internasional atau international women’s day adalah sebuah bentuk dimana perempuan dapat diakui. Internasional women’s day diperingati setiap 8 Maret. Dibalik tanggal 8 Maret tersebut bukanlah suatu hal yang mudah karena memiliki sebuah proses yang tidak sebentar.
Jika melihat dari sejarah peringatan hari perempuan internasional ini pertama kali dilaksanakan pada 28 Februari 1909. Muncul perayaan tersebut awalnya diinisiasi oleh partai Sosialis Amerika Serikat untuk memperingati hari demonstrasi yang dilakukan oleh para pekerja buruh perempuan di New York pada 8 Maret 1908. Pada saat ini para perempuan yang bekerja sebagai buruh pabrik menuntuk hak mereka untuk ikut berpendapat dan politik untuk kebijakan yang muncul.
Lalu pada tahun 1910 sebuah organisasi sosialis internasional berumpul di Denmark atau lebih tepatnya di Kopenhagen untuk menetapkan hari perempuan pada tanggal tersebut. Selain itu pertemuan itu juga memilii tujuan untuk membangun dukungan dari masyarakat diseluruh penjuru dunia untuk mengapresiasi gerakan ini yang memperjuangkan hak-hak perempuan, termasuk agar perempuan dapat setara dan dapat memiliki hak pilih secara lebih universal. Maka ditahun 1977, ditetapkan hari perempuan internasional dan diresmikan untuk dilakukan perayaan tahunan oleh Persyarikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memperjuangkan hak perempuan dan mewujudkan perdamaian dunia. Itulah sejarah dari Hari Perempuan Internasional.
Pada Tanggal 8 Maret 2021 apakah perempuan-perempuan siap merayakan Hari mereka?
Apakah semua perempuan sudah merasakan Pembebasan?
International Women’s Day
Hari perempuan internasional merupakan hari untuk semua perempuan yang ada di dunia, hari dimana mereka diakui, iya karena kita balik melihat sejarah dulu wanita sangat direndahkan bahkan tidak ada arti dimata masyarakat dan penguasa. Maka dengan hadirnya Para pejuang Perempuan yang membela dan mendukung hak perempuan dan para buruh yang merasakan ketertindasan. Muncullah sebuah pertanyaan apakah perempuan siap merayakan Hari Mereka, maka jawabannya yaitu SIAP dalam artian kita merayakan dengan membuat sebuah karya bahwasanya perempuan juga bisa dan bahkan melebihi laki-laki. Itulah merupakan pembebasan kita.
Pembebasan suatu kata yang bermakna bahwasanya kita berhak melakukan apa yang seharusnya menjadi hak kita, tidak ada pelarangan dan sebagainya. Kita bebas berpendapat, bebas berpolitik, bebas bekerja, bahkan bebas menjadi sosok pemimpin baik di, sekolah, kampus dan Masyarakat. Muncullah sebuah pertanyaan apakah semua perempuan yang ada di dunia sudah meraskan hak kebebasan?
Jika kita melihat beberapa tahun yang lalu dan sampai detik ini perempuan sudah merasakan kebebasan, ia mereka sudah mendapatkan hak suara untuk berpolitik, berpendapat, dan menjadi sosok pemimpin, ia seperti ibu gubernur surabaya dan sekarang menjadi Menteri Republik Indonesia. Orang tua kita di rumah, berhak bekerja diluar rumah dan bahkan ada yang menjadi kepala rumah tangga. Dan sampai detik ini kita masih merasakan kebebasan untuk Sekolah dan Berorganisasi. Itulah hak bebas kita.
ROLE MODEL’S IMMawati…….
Berbicara mengenai panutan IMMawati kita bisa mengambil banyak sosok panutan yang ada di dunia. ia yang dianggap bisa menjadi panutan kita, Terkhusus Kakanda IMMawati yang ada di Sulawesi Selatan IMMawati harus memiliki panutan dan menjadi panutan. Nah dari sekarang tentukan Role Model’s mu, dan berfikir apakah saya sudah menjadi Role Model’s untuk kader saya atau tidak? Ini merupakan tantangan kita sebagai IMMawati kita harus menjadi pengaruh yang baik, baik dari Internal maupun Eksternal.
Kesadaran untuk menjadi IMMawati yang ideal itu perlu setidaknya ada rasa ingin merubah dan mempelajari lebih dalam karena tidak menjamin dari perubahan yang kita buat akan memberikan dampak yang positif bagi IMM atau Masyarakat atau tepatnya perempuan pada umumnya. Maka dari itu jangan ada kata incecure, bahwasanya saya ini berbeda dengan IMMawati yang lain dan lain sebagainya. Hapus stigma seperti itu, jadilah IMMawati yang seperti jati dirimu bukan jati diri orang lain. semangat untuk merubah peradaban, tunjukan bahwasanya IMMawati baik IMMawan itu sama, sama-sama memiliki hak untuk menjadi pemimpin.
Selamat Hari Perempuan Internasional
Selamat Untuk IMMawati yang ada di Indonesia. Kalian IMMawati yang luar biasa. (RedaksiPeduli).


Tinggalkan Balasan