Oleh: Nurita, M.Pd (Guru SD Al-Iman Islamic School)
PEDULIRAKYAT.CO.ID — Sudah berapa lama anda menjadi guru? Mengapa anda ingin menjadi guru? Pertanyaan menggugah hati seorang guru, guru yang sudah lama mengajar mendengar berulang kali, bahkan sampai akhir ia pensiun masih menjadi guru. Menjadi guru bukan seberapa lama ia mengajar karena kita semua adalah guru, tidak ada batasan sampai kapan dan sudah berapa lama kita menjadi guru.
Ketika tenaga yang semakin lemah karena usia, guru tetap bisa berkarya dengan tulisan-tulisannya, tangan yang masih bisa menulis dan menuangkan ilmunya dalam lembaran-lembaran buku, lembaran-lembaran tulisan itulah yang selalu mengantarkan dirinya sebagai amal jariyah di akhirat kelak. Jika menjadi guru diukur oleh usia, maka usia paling lama hanya 70 tahun lamanya setelah itu selesai. menjadi tua itu adalah kepastian, tetapi menjadi dewasa, dan berilmu serta mengajarkan ilmu kepada orang lain itu pilihan.
Jika sudah berniat menjadi seorang guru, jangan pernah ragu, dan lakukan ini dengan profesional. Tancapkan kaki ini berpijak menjadi seorang guru karena menjadi guru bukanlah semata mencari uang tetapi menjadi guru adalah pengalir mata air yang akan ke setiap lembah dan sungai bagi setiap orang yang mendambakan kesejukan dan kehausan akan ilmu. Jika yang anda cari adalah uang dan popularitas maka anda salah alamat.
Sejak dulu profesi guru terkenal dengan kondisi ”gaji kecil”. Tetapi hidup bukan hanya masalah gaji, tetapi keberkahan. Sebagaimana Allah berfirman: ”Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan kami tambahkan keuntungan itu baginya, dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia kami berikan kepadanya Sebagian darinya ( keuntungan dunia), tetapi dia tidak akan mendapat bagian akhirat (Qs. Asy syura 42: 20)
“Seorang profesional yang baik dan berintegritas bukanlah mereka yang dengan manis menunggu pekerjaan datang, melainkan mereka yang secara aktif mengerti apa yang harus dilakukan dan dengan penuh tanggung jawab menyelesaikannya.”(Sholihin Abu Izzudin). Guru harus memilki integritas moral, cerdas berkompetensi dibidangnya. “Guru adalah orang-orang adalah yang jenius yang dipilih dan diutus sebagai penerang kegelapan. Semakin gelap suasana disekitarnya, semakin bermakna kehadirannya,guru adalah pejuang di jalan Allah SWT, membangun alam pikiran dan hati nurani manusia”(Zulfikri Anas).
Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan jika anda ingin menjadi seorang guru:
Berpikir positif memilih profesi sebagai guru. Saat menjadi guru ini pilihan jangan bandingkan profesi guru ini dengan profesi yang lainnya, karena tidak semua orang berkesempatan menjadi seorang pendidik. Guru adalah seorang penjaga amanah yang dititipkan anak didik kepadanya untuk dibimbing dan diarahkan, dengan ikhlasannya ia mampu menghantarkan dirinya ke surga. Semakin kuat hubungan pendidik dengan sang pencipta maka Allah SWT akan menggerakkan hati manusia itu dengan kepahaman murid untuk menerima kebenaran yang mengikat kebaikan dalam dirinya.
Sikap positif profesi seorang guru harus tertanam kuat apapun kendala yang terjadi tetapkan diri menjadi seorang guru. “dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan,” sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, maka jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-ku sangat pedih (Qs.Ibrahim 14:7).
Tidak merusak nama baik profesi guru.
Profesi yang suci akan rusak dengan perilaku-perilaku yang tidak mencerminkan sosok seorang guru. Tidak jarang saat ini guru sudah tidak di hargai lagi karena rusaknya profesi dengan perilaku guru yang tidak mencerminkan seorang guru, perilaku yang tidak baik kepada anak muridnya, perilaku pelecehan seksual, siswa hamil karena guru ditambah video-video yang merusak profesi guru dengan perilaku siswa yang seenaknya kepada guru. Mengajar tanpa bekal ilmu pengetahuan, keterampilan dan persiapan yang memadai yang terjadi adalah lahirnya ketidak jujuran dari hasil pendidikan contohnya mengurangi timbangan, korupsi, pergeseran adab dan lain sebagainya. Untuk murid bolos sekolah, malas, ingin cepat lulus tapi tidak mau belajar, ingin menang sediri dan menyalahkan orang lain, waktunya dihabiskan untuk main-main, nongkrong, merokok dan lainnya. Fenomena ini sudah banyak terjadi, jika tidak mau menjadi guru maka tinggalkanlah itu lebih baik dari pada berdiam diri dengan perangai jauh dari seorang guru, mencemarkan nama baik guru, yang hanya dibutuhkan kebutuhan dunia yaitu untuk mencari uang semata tanpa melihat dampak jangka panjang pendidikan 10-20 tahun yang akan datang. Inilah pentingnya kesucian hati menjadi seorang guru.
Selalu mengembangkan diri dengan terus belajar.
Dunia ini berubah, zamanpun ikut berubah, jika kita diam tanpa perubahan maka kita termasuk orang-orang yang rugi. Fokus dan tekunilah pada profesi guru dengan semangat belajar dan terus belajar, semakin memahami profesi sebagai guru maka semakin menyenangkan, menenangkan, menghasilkan ide-ide cemerlang untuk mengajar. Banyak sekali pelatihan, pembinaan guru yang meningkatkan mutu profesi guru dari tingkat kecamatan sampai kedinasan, itu semua diberikan untuk mengembangkan profesional guru dalam mengajar.
Jangan setengah hati menjalani profesi guru karena penghasilan yang kecil kemuliaan guru tidak bisa dihitung. Guru yang mendidik dengan hati dan cinta tidak bisa dibayar dengan harta. Karena ia hanya mengharapkan ridho dari Allah SWT. Kurangnya rasa syukur atas nikmat yang diberikan dan penciptaan yang sempurna pada makhluknya menjadi manusia yang engan untuk menjalankan amanah dan berbuat seenaknya, tanpa berpikir Panjang dampak buruk di masa depan. Yang perlu dibulatkan adalah tekad yang kuat, kesabaran yang ditingkatkan, do’a yang dikuatkan, tawakal yang dipanjatkan kepada zat pemilik kesempurnaan yakinlah ini adalah profesi terbaik dan mulia.
“Orang yang sukses bukanlah orang yang memiliki atau menyimpan banyak ilmu, tetapi orang yang mampu meramu berbagai aspek ilmu pengetahuan menjadi satu kesatuan yang utuh serta memberikan sentuhan yang berbeda dan unik. Keunikan itulah yang membuat kehadirannya bermakna, sekecil apapun yang ia perbuat” (Zulfikri Anas). Keahlian dan kepiawaian guru dalam mengelolah dan meramu media dan alat pembelajaran memiliki kesan tersendiri dalam diri murid, sentuhan yang halus tanpa paksaan membuat hati murid terbuka dan lebih memahami ilmi melalui proses pembelajaran. Itulah keindahan dan keunikan menjadi seorang guru.
Menjadi guru itu seperti telaga sungai yang menyejukkan bukan hanya mata tapi dahaga dalam kehausan, siapa yang singgah dan menikmati indahnya alam serta sejuknya air yang memberikan dahaga untuk semua orang. Guru harus bisa mengikuti perkembangan zaman, saat ini dikenal dengan generasi milenial yang menguasai adalah teknologi menurut Zulfikri Anas ”sosok guru bagi kaum milenial adalah guru yang mengutamakan nurani dan mampu menjadi imam sekaligus murid yang baik ketika dihadapkan dengan peserta didiknya. hadirannya sebagai sang penyelamat kehidupan, profesi yang penuh keberkahan dan rezeki yang tidak pernah putus sekalipun ia sudah tidak ada”.


Tinggalkan Balasan