PEDULIRAKYAT.CO.ID, Indrokilo, Ds.Lerep — Penanganan soal mengenai biaya anggaran Bencana alam (Bencal) tanah longsor yang terjadi pada hari Kamis (22/10/20) pukul 22.00 Wib dijalan utama akses keluar masuk Dusun (Dsn) Indrokilo, Desa Lerep, Kec.Ungaran Barat-Kab.Semarang.
Kemudian diketahui warga dusun setempat pada hari Jumat (23/10/20) pagi harinya. Dan selanjutnya dilakukan Kerja bakti (Kerbak) bersama warga dusun dengan dibantu dari pihak anggota Koramil 14/TNI Ungaran, diketahui merupakan biaya anggarannya dari kocek pribadi kadus Indrokilo, Junari.
Dari hal ini, menurut Kadus Junari saat didampingi Babinsa Koramil 14/TNI Ungaran, Sertu Abbas mengatakan, dikarenakan sangat darurat dan harus cepat-cepat segera ditangani. Agar akses jalan utama tersebut kembali normal bisa dilalui warga dusun maupun desa, khusus para pengendara motor atau mobil.
“Jadi soal biaya anggaran penanganan bencal itu keluar dari kocek uang pribadi saya. Hal ini dikarenakan keadaannya sangat darurat, dan harus cepat sesegera mungkin ditangani. Apalagi kita ketahui, tanah longsoran dan batu-batunya, termasuk batu yang besar pun menutupi akses jalan,” katanya pada Jurnalis www.pedulirakyat.co.id, Sabtu (24/10/20) siang.
Selanjutnya ia menjelaskan, bahwa dengan dilakukan Kerbak bersama-sana. Akses jalan utama keluar masuk bagi pengendara warga dusun maupun desa, baik motor ataupun mobil bisa berjalan normal kembali.
Sementara disinggung soal berapa besar biaya anggaran kocek pribadi yang dikeluarkan. Kadus Junari menyatakan dengan terbuka, yakni sebesar Rp.500rb.
“Biaya yang saya keluarkan sebesar 500 ribu rupiah. Dan itu untuk biaya bayar tukang pemecah batu yang besar. Sedang untuk lainnya, seperti minuman dan snak tidak ada alias gotong-royong,” ucapnya.
Adapun dari biaya tersebut, Junari menambahkan, meskipun itu dari kocek uang pribadi. Bagaimanapun nantinya tetap ada laporan pertanggungjawabannya secara transparan dengan pengurus. Baik RT, RW maupun Kelurahan.
“Apapun biaya yang telah dikeluarkan tetap saya laporkan dengan pengurus. Termasuk pertanggungjawabannya. Dan untuk pelaporan pertanggungjawabannya nanti pada Senin besok (26/10/20). Serta sekalian membahas tindaklanjut perbaikan yang diperlukan, termasuk anggaran vitalitasnya. Disamping itu juga, apakah perlu pengajuan ketingkat pemerintahan diatas ataupun lembaga/instansi yang terkait lainnya,” ucapnya mengakhiri bicaranya.
Dari apa yang disampaikan, dan ditilik dari medan kejadian tempat bencal yang terjadi memang perlu untuk mendapatkan perhatian, dan penanganan khusus. Serta juga bantuan tersendiri dan serius.(Tri)


Tinggalkan Balasan