Oleh: Ahmad Suriyadi (Mahasiswa S3 UIN Alauddin Makassar)
PEDULIRAKYAT.CO.ID — Waktu terus berlalu, tanpa terasa akhir tahun menyapa. Jika 1 Januari adalah halaman pertama dalam sebuah buku setahun, maka 31 Desember ini adalah halaman terakhirnya. Mari

Buka kembali catatan kita di tahun ini! Coba beri checklist untuk resolusi-resolusi yang sudah terpenuhi. Berapa banyak yang sudah tercapai? Masih adakah resolusi yang belum tercapai?

Jika masih ada yang belum tercapai, dapat dimasukan ke dalam resolusi di tahun berikut-nya.

Terus bagaimana dengan resolusi yang belum terpenuhi?

Coba analisis kembali! Renungkan penyebab-penyebab resolusi itu belum dapat dicapai se-tahun ini. Analisis tingkat kesulitan, durasi waktu yang dibutuhkan, atau kemampuan yang memang belum maksimal.

Kemudian cari solusi kemungkinan termudah untuk resolusi tersebut agar di tahun berikutnya dapat tercapai, atau ganti resolusi yang serupa dan lebih mudah dijangkau. Kalau sudah tidak berminat lagi dengan resolusi tersebut, bisa ganti dengan yang jauh lebih baik berserta cara-cara memenuhinya.

Apa saja yang sudah dicapai?

Setelah merefleksi resolusi ditahun ini yang belum terpenuhi, check lagi apa saja pencapaian tahun ini. Selain pencapaian yang telah diresolusikan, tidak menutup kemungkinan justru pencapaian-pencapaian di luar resolusi juga dapat diraih. Contohnya, tahun ini di awal Januari, saya tidak pernah memasukan target akan meraih gelar magister misalnya, tetapi ternyata berjalannya bulan demi bulan, saya memiliki kesempatan untuk melaksanakan ujian hingga lulus. Pencapaian itu di luar resolusi dan tanpa  menyingkirkan apa-apa yang sudah men-jadi resolusi.

Semua pencapaian disyukuri dan dijadikan motivasi untuk lebih baik lagi di tahun berikutnya. Tidak cukup dengan kata puas dan berhenti sampai tahun ini saja. Masih panjang tahun di depan yang menanti untuk di-sukseskan.

Apakah lebih baik dari tahun sebelumnya?

Coba lirik kembali pencapaian tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya. Apakah lebih baik atau justru mengalami kemunduran prestasi?

Jika lebih baik, artinya tugas-tugas dan harapan sudah diperjuangkan maksimal dan sebaik mungkin. Jika belum lebih baik, ya tidak apa-apa, bukan berarti tidak berjuang dengan baik atau gagal. Di situ coba direfleksikan kembali, mengapa sampai tahun ini tidak lebih baik daripada tahun lalu. Temukan dan renungkan penyebabnya!

Setelah merenungkan dan menemukan penyebab tahun ini tidak lebih baik dari tahun lalu, dapat dijadikan pembelajaran dan perbaikan. Tahun depan dapat diperbaiki kembali, diperbaharui cara-caranya, dipahami cara mencapainya. Tidak masalah jika tahun ini tidak lebih baik dari tahun kemarin, tetapi pastikan tahun depan lebih baik dari tahun ini.

Menyusun Resolusi Baru

Nah, ini yang paling penting di penghujung tahun selain liburan dan jalan-jalan. Menyusun kembali resolusi untuk tahun berikutnya. Resolusi dapat diambil dari resolusi tahun lalu yang belum tercapai dan ditambah dengan resolusi-resolusi baru. Atau ubah dan rombak semua resolusi menjadi baru. Tidak ada aturan dan patokan soal masing-masing pribadi resolusi.

Susunan resolusi bukanlah patokan untuk menjalani tahun-tahun berikutnya. Pasti ada saja pencapaian-pencapaian di luar resolusi yang Tuhan takdirkan. Namun dengan adanya sususan resolusi, lebih termotivasi dan terarah harapan dan tujuan hidup.

Banyak resolusi sederhana yang bisa dibangun seperti mencoba hal yang baru misalnya, atau menghilangkan kebiasaan menunda pekerjaan.

Tak perlu muluk-muluk, mari bangun resolusi di awal tahun ini dari hal yang bersifat sederhana, Bukankah bahagia itu sederhana? Bersyukur atas apa yang dimiliki, dan tidak iri atas apa yang dimiliki orang lain.

Stay connect With Us :