Berita

Ketum PP Muhammadiyah Mengutuk Keras Aksi Pembakaran Bendera PDIP

70
0

PEDULIRAKYAT.CO.ID, JAKARTA — Aksi massa demonstrasi di depan gedung DPR RI yang berujung terjadi tindakan aksi pembakaran bendera partai politik PDIP oleh oknum aksi massa, Rabu (24/06/2020) kemarin. Ketua umum PP MUHAMMADIYAH, Muhammad Sukron dalam pernyataan sikap tertulis mengutuk aksi tindakan pembakaran bendera tersebut.

Menurutnya, bahwa aksi tindakan itu sangat berlebihan dan tidak dibenarkan dalam undang-undang.

Advertisement

“Menyampaikan pendapat dan aspirasi dalam aksi demo itu sah saja. Namun jika sudah melakukan tindakan pembakaran bendera partai politik PDIP itu tidak dibenarkan dalam undang-undang, dan itu sudah berlebihan. Oleh karena itu saya mengutuk keras tindakan aksi tersebut. Dan meminta aparat kepolisian untuk mengusut tuntas atas tindakan aksi itu,” ucapnya, Kamis (25/06/2020).

Selanjutnya dirinya menambahkan, seharusnya semua pihak bisa menahan diri. Apalagi saat ini kita ketahui, di masa pandemi Covid-19 semua elemen bangsa sedang fokus keluar dari pandemi tersebut. Serta dalam pemulihan ekonomi.

“Bukannya malah bikin gaduh dan menambah permasalahan. Padahal soal RUU HIP telah disepakati bersama antara DPR dan pemerintah untuk ditunda terlebih dulu. Dengan pertimbangan dan masukan-masukan dari berbagai pihak.

Sementara itu, Komisi III DPR RI, Herman Henrry dijadwalkan akan bertemu dengan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Nana Sudjana, Jumat (26/06/2020), guna membahas soal insiden pembakaran bendera PDIP oleh oknum aksi massa di depan gedung DPR RI pada Rabu kemarin.

Adapun disisi lain, Sekjend. PDIP, Hasto Kristiyanto saat dikonfirmasi atas adanya aksi pembakaran bendera PDIP menegaskan, bahwa pihak kami akan menempuh jalur hukum terhadap mereka yang telah melakukan pembakaran bendera PDIP.

“Karena negara ini berdasarkan hukum. Pihak kami akan menindak tegas dengan penyelesaian lewat jalur hukum,” kata tegasnya dalam pernyataan tertulis.(Tri/Lind media/email)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here