Berita

Covid-19, Mantan Wakil Gubernur DKI: ​Jangan Terburu-buru M​embuat Kebijakan Tanpa Melihat Saran dari Pakar Medis

72
0
Sandiaga Salahuddin Uno

​PEDULIRAKYAT.CO.ID — Mantan Wakil Gubernur DKI jakarta yang juga Politisi sekaligus pengusaha Sandiaga Salahuddin Uno meminta pemer pemerintah jangan terlalu percaya diri dengan penurunan jumlah kasus positif Virus Corona.

​Terkait hal itu Ia juga menyoroti kebijakan Gubernur DKI Jakarta yang menurutnya sudah tepat.

​Menurut Sandiaga hal yang perlu diperhatikan sebelum mencabut Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) adalah fakta dan pendapat ahli medis.

​Dikutip TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam acara Hot Indonesia di TvOne, Minggu (24/5/2020).Awalnya, Sandiaga menanggapi isu pelonggaran PSBB.

​”Saya rasa ini harus didasari oleh pemahaman dan penelitian yang baik,” kata Sandiaga Uno.

​Sebelumnya, Anies Baswedan menetapkan larangan mudik lokal, yakni mudik yang dilakukan di wilayah DKI Jakarta.

​”Saya rasa, Gubernur Anies melakukan keputusan yang tepat,” ungkap Sandiaga.

​Sandiaga kemudian menyinggung grafik pertumbuhan kasus positif di Indonesia.

​Ia berharap pertumbuhan kasus sudah mencapai puncak dan grafik akan segera turun.

​Sandiaga menambahkan agar jangan terburu-buru membuat kebijakan tanpa melihat saran dari pakar medis.

​”Semoga saja kita sudah hampir mencapai puncak atau mendekati puncak,” kata mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini.

​”Kita seharusnya tidak boleh terlalu percaya diri sebelum data menunjukkan dan tim ahli medis atau dokter cukup yakin kita sudah melewati puncak Covid-19,” jelasnya.

​Sandiaga menegaskan larangan bepergian masih berlaku, bahkan untuk mudik lokal.

​”Kedua, saya rasa harus lebih dipahami bahwa mudik lokal dilarang. Sangat jelas,” tegasnya.

​”Terkecuali hal penting, sebaiknya Anda tetap di rumah,” imbau Sandiaga.

​Ia kemudian menyoroti pembatasan kegiatan yang dapat mengumpulkan massa.

​Seperti diketahui, anjuran itu disampaikan untuk menghindari penularan Virus Corona semakin cepat.

​Meskipun begitu, sejumlah pasar dan pusat perbelanjaan kembali ramai sepekan sebelum lebaran tiba.

​Sandiaga mengaku heran melihat fenomena tersebut.

​”Saya sendiri cukup bingung melihat jalanan tetap ramai. Sepertinya masyarakat tidak mendengarkan pesan yang disampaikan,” paparnya.

​Sandiaga melanjutkan dengan membahas dampak PSBB terhadap kegiatan ekonomi.

​Mengenai hal itu, Sandiaga mengaku sudah menyiapkan rencana.

​Ia menyebutkan kebijakan ekonomi yang dibentuknya akan membantu pertumbuhan kembali ekonomi yang terdampak selama pandemi.

​Sandiaga berharap kebijakan itu dapat mulai terlaksana pada Juni mendatang.

​”Namun saya sudah bicara dengan beberapa petinggi pemerintahan dan pengusaha untuk merencanakan bagaimana setelah Juni kita bisa melonggarkan dan membuka ekonomi,” papar Sandiaga.​

​Anies Baswedan Larang Mudik Lokal

​Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebutkan ingin segera menuntaskan pandemi Virus Corona di wilayahnya.

​Hal itu ia putuskan mengingat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk memutus penyebaran Virus Corona (Covid-19) masih berlaku.

​Sesuai dengan larangan mudik yang diterbitkan pemerintah pusat, Anies Baswedan turut melarang mudik lokal dalam wilayah Jabodetabek.

​Dilansir TribunWow.com, Anies Baswedan mengungkapkan alasan kebijakan tersebut diluncurkan.

​Awalnya, ia menegaskan akan tetap memberlakukan PSBB meskipun Idul Fitri segera tiba.

​Anies menyinggung Peraturan Gubernur Nomor 47 tahun 2020 yang baru saja dikeluarkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

​”Peraturan ini melarang penduduk DKI Jakarta untuk bepergian meninggalkan provinsi dan kawasan,” kata Anies Baswedan, dalam tayangan Kabar Petang di TvOne, Jumat (15/5/2020).

​”Penduduk Jakarta harus berada di Jakarta, tidak bepergian jauh dan ini berlaku efektif mulai hari ini,” jelas dia.

​Anies menyebutkan ada perkecualian pada 11 sektor strategis yang masih diizinkan bekerja.

​”Meskipun sektornya itu dibolehkan berkegiatan, tapi mereka harus mengurus izin secara online,” paparnya.

​Para pekerja dalam sektor tersebut diharuskan membawa surat tugas yang dapat diurus secara online.

​Surat tersebut nantinya dapat ditunjukkan kepada petugas PSBB.

​Ia lalu mengungkapkan alasannya tetap bersikeras agar PSBB berlaku.

​”Kita harus mengendalikan pergerakan virus, artinya hari-hari ke depan semua tetap di rumah tidak bepergian,” tegas Anies.

​”Yang boleh keluar rumah itu yang sektor yang diizinkan, kesehatan, telekomunikasi, energi. Yang lainnya tetap di rumah,” lanjutnya.

​Anies menyebutkan belum berencana melonggarkan aturan PSBB.

​”Virus ini tidak kenal hari Selasa, Rabu, Kamis, atau ada weekend,” paparnya.

​”Virus ini tidak kenal lebaran,” lanjut Anies.

​Selain itu, menurut dia penting menuntaskan penyebaran virus di wilayah Jabodetabek.

​”Justru kita sekarang saatnya menuntaskan supaya kawasan Jakarta, juga Jabodetabek, bisa segera mengendalikan pergerakan,” katanya.

​Anies menuturkan pertumbuhan kasus Virus Corona di wilayah Jakarta sudah cukup baik.

​”Dengan ada aturan ini, masyarakat Jakarta tidak bisa bepergian ke luar Jabodetabek,” terangnya.

​”Yang dari luar juga kalau mau masuk ke Jakarta, maka harus mereka bekerja di sektor yang diizinkan,” tambah Anies. (TribunWow.com/Brigitta Winasis)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here