PEDULIRAKYAT.CO.ID, BULUKUMBA — Aksi penyampaian aspirasi mahasiswa UMB, yang berlangsung pada hari Senin, 20 Oktober 2020 didepan Rektorat Universitas Muhammadiyah Bulukumba berlansung dengan tertib dan bersahabat.
Soalnya Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Bulukumba, Irfan menerima peserta aksi dengan secara terbuka bahkan saat adzan Dhuhur dikumandangkan Wakil Rektor III UMB mengajak peserta aksi untuk sholat berjamaah.
“Sebelum kembali melanjutkan aspirasinya, penyampaian aspirasi jangan membuat kita lupa akan kewajiban kita kepada Allah Swt tutur Irfan,” ungkap Irfan.
Penyampaian aspirasi kembali dilanjutkan setelah sholat dhuhur, peserta aksi kembali menyampaikan aspirasinya dan didengarkan langsung oleh wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Bulukumba Irfan, S.Pd., M.Pd.
Peserta aksi dalam orasinya meminta penjelasan terkait pembentukan BEM-U DPM- BEM-F dan DPM-F yang tidak melalui proses pemilihan. Pertanyaan dari para peserta aksi ditanggapi oleh Wakil Rektor III UMB Irfan dengan tenang.
Pertama, Irfan kembali mengingatkan bahwa sebelumnya pihaknya pertama menantang mahasiswa untuk menghadirkan 500+1/50%+1 mahasiswa jika ingin memprotes kebijakan pimpinan UMB terkait pembentukan lembaga kemahasiswaan. Karena mahasiswa UMB ada 1000, maka setidaknya anda bisa menghadirkan mahasiswa 50%+1 untuk mempengaruhi kebijakan yang sudah ditandatangani oleh Rektor tapi.
“Hari ini anda hanya datang dengan belasan orang, bahkan kelompok yang pro terhadap pembentukan BEM dan DPM secara penunjukan jauh lebih banyak,” jelasnya.
“Kedua adik-adik mahasiswa perlu ketahui bahwa ini memang bukan pemilihan tapi pembentukan karena BEM sebelumnya tidak ada di UMB dan ini pertama kalinya selama puluhan tahun yang silam. Namanya pembentukan maka menunjuk beberapa perwakilan mahasiswa untuk menjalankan kepemimpinan dan mempersiapkan kedepan untuk pemilu raya, tidak lama kok tahun depan sudah pasti pemilu raya,” tutupnya.(rls)


1 Komentar
Mantap 👍