PEDULIRAKYAT.CO.ID, MAKASSAR — Asosiasi Profesi Keahlian Sejenis (APKS) bersama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Makassar sukses melaksanakan Seminar Nasional, berlangsung di Aula Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Sulsel, Jln. Pettarani Makassar, Sabtu (15/11/2025).
Seminar Nasional itu, dihadiri kurang lebih 500 orang peserta, dengan mengusung tema “Guru Berkarya, Generasi Bertalenta”. Kegiatan ini, dalam rangka memperingati HUT PGRI ke 80 Tahun dan hari guru nasional 2025.
Ketua PGRI Kota Makassar, Dr. Pantja Nur Wahidin menyampaikan, bahwa PGRI Makassar ini melaksanakan Seminar Nasional kolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kota Makassar, untuk melakukan proses trasformasi talenta guru, transformasi manajemen talenta.
“Nah, pertemuan hari ini dalam seminar untuk memberikan semacam stimulus, semacam penyemangat agar supaya teman-teman guru itu bisa mengembangkan talentanya dalam pemenuhan tugas tupoksi sebagai guru. Juga di dalam memetakan potensi-potensi anak kita, kalau di dalam potensi anak itu banyak sekali dalam sisi mutivel intelegensi itu ada 8 kecerdasan anak-anak yang dimiliki,” kata Pantja kepada awak media.
“Kita berharap tindak lanjut dari kegiatan ini, guru-guru bisa melakukan pelatihan-pelatihan dalam setiap MGMP KKGnya melatih kembali kompetensi gurunya dan melakukan proses identifikasi terhadap potensi-potensi anak didik. Sehingga nanti trikmen yang diberika oleh guru terhadap anak itu tepat sasaran terhadap potensi yang dimiliki anak itu sejak dini, contohnya anak kemampuannya di sisi bahasa linguistik, itu dikembangkanlah kemampuan bahasanya, jadi nanti mampu membuat berita dalam hal menjadi wartawan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, S.STP.,M.Si mengungkapkan, bahwa terkait acara ini Dinas Pendidikan Kota Makassar menyambut positif yang dilaksanakan oleh PGRI Makassar dan apresiasi kepada panitia pelaksana. Karena pada acara ini mendatangkan narasumber yang betul-betul membuat untuk membuka cakrawala berpikir guru bahwa mereka harus adaptif, menyesuaikan dengan keterampilan zaman di abad 21 ini.
“Karena judulnya seminar ini, Guru Berkarya Guru Bertalenta, ini adalah hal yang tentunya menginspirasi dan memotifasi guru untuk bisa berbuat yang lebih baik lagi untuk siswa-siswa terkait dengan mutu dan pembelajaran yang ada di sekolah,” ungkap Achi Soleman kepada awak media usai membuka Seminar Nasional itu.
Selain itu, dalam pemaparan Narasumber Seminal Nasional itu, ASSOC. Prof. DR. Baharuddin, S.PD.I., M.PD menjelaskan dalam penyampaian materinya, bahwa guru bukan hanya mengajar tetapi bagaimana bisa memberikan support, bagaimana mengelola emosional dan bagaimana bisa memberikan pembelajaran yang terbaiak dengan anak-anak didik.
“Di dunia ini ada namanya tabur tua bapak ibu, tabur tua itu apa yang taburkan pada hari ini oleh guru-guru kita maka itulah akan dituai anak-anak kita dikemudian hari. Jadi bapak ibu jangan hanya mengajar, memperbaiki sikap anak-anak, akan tetapi guru itu memiliki talens, karena seorang guru atau manusia itu memiliki 45 talenta,” jelas Baharuddin.
“Bapak ibu perlu juga diketahui bersama, bahwa manejemen talent di Sekolah merujuk pada serangkaian upaya sistematis untuk menemukan, mengembangkan, memelihara dan mengoptimalkan potensi individu dalam lingkungan pendidikan. Konsep ini tidak terbatas hanya pada guru berprestasi atau siswa unggulan semata, melainkan mencakup seluruh sumber daya manusia yang terlibat dalam proses pembelajaran. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem pendidikan yang berdaya saing dan berkelanjutan melalui pengelolaan potensi yang strategis dan berorientasi pada pengembangan jangka panjang,” tutupnya.


Tinggalkan Balasan