PEDULIRAKYAT.CO.ID, JAKARTA — Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Jakarta Timur meliputi empat komisariat PK IMM FFS UHAMKA, PK IMM FKIP UHAMKA, PK IMM SYAFII MAARIF DAN PK IMM FEB UHAMKA.
Melakukan Aksi Solidaritas bertajuk “IMM Jakarta Timur mendukung warga Wadas Menolak Pertambangan Batuan Andesit” aksi tersebut dilaksanakan pada pukul 14.00 s.d selesai bertempat di depan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (KOMNAS HAM), Selasa, (1/2/2022) kemarin.
Jumlah peserta aksi adalah 50 orang, berasal dari masing-masing Pimpinan Komisariat bersama Pimpinan Cabang Jakarta Timur.
Agenda aksi solidaritas diawali dengan mimbar bebas, orasi dan diakhiri dengan teatrikal oleh kader IMM Jakarta Timur.
Selain itu tiga orang kader IMM Jakarta Timur diwakili oleh Wikka Essa Putra (Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Jakarta Timur), Andini Indri Putri (Ketua Bidang Hikmah, Politik dan Kebijakan Publik PK IMM FFS UHAMKA) dan Fikri Hidayat (Ketua Bidang Hikmah Politik dan Kebijakan Publik PK IMM FEB UHAMKA) melakukan audiensi untuk menyampaikan surat aspirasi kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (KOMNAS HAM) dan diterima oleh Staff Penyelidikan Pendidikan dan Penyiaran.
KOMNAS HAM menyambut baik atas penyampaian aspirasi yang dilakukan oleh IMM Jakarta Timur. Wikka Essa Putra sebagai Ketua Umum PC IMM Jakarta Timur menyampaikan kepada KOMNAS HAM saat audiensi.
“Kami sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh KOMNAS HAM mengenai 13 temuan pelanggaran HAM yang terjadi di Wadas,” ucapnya.
“Namun, kami mengingatkan bahwa KOMNAS HAM telah dimandatkan sebagai corong perlindungan dan penghormatan dan jaminan penyelenggaraan hak asasi manusia dapat terlaksana proposional. Sesuai dengan uu no 39 tahun 1999 tentang hak asasi manusia sebagaimana dikutip pasal (4 ayat 3) setiap orang termasuk masyarakat yang rentan berhak memperoleh perlakuan dan perlindungan lebih dengan kekhususannya,” jelasnya.
Bahwa masyarakat Wadas adalah kelompok rentan terhadap pelanggaran hak asasi manusia. Karena itu PC IMM Jaktim dan Komisariat IMM Se-Jakarta Timur. Memberikan aspirasi atau 2 rekomendasi kepada Komnas HAM diantaranya :
1. Untuk memberikan rekomendasi kepada pemerintah dalam hal ini Presiden, Kepolisian RI, Polda Metro Jaya, Pemerintah Daerah Jawa Tengah, dan Kabupaten Purworejo untuk memberikan atau menyelenggarakan perlakuan yang khusus kepada masyarakat Wadas. Dalam hal pemenuhan hak asasi manusia berupa rehabilitas dan trauma healing kepada masyarakat Wadas dan menarik seluruh aparat yang ada di daerah Wadas.
2. Selain itu KOMNAS HAM harus mengingatkan dengan tegas kepada pemerintah daerah Jawa Tengah, Bappenas dan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak) untuk menghormati aspirasi masyarakat Wadas yang menolak pertambangan batuan andesit sebagaimana kewajiban Pemerintah Daerah berdasarkan pasal 15 ayat 1 peraturan pemerintah no 45 tahun 2017 tentang partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah sebagaimana dikutip “pasal 15 ayat 1” Pemerintah daerah mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan aset, dan atau sumber daya alam daerah yang meliputi penggunaan, pemanfaatan, pengamanan atau pemeliharaanya.
“Kita dari IMM Jakarta Timur berharap besar atas pendampingan dari KOMNAS HAM terhadap tindak pelanggaran HAM yang diterima saudara kita di Wadas. Dari pendampingan ini kita berharap tidak adanya kejadian serupa yang terjadi di belahan daerah Indonesia,” ujar Fikri Hidayat.
Besar harapan IMM Jakarta Timur untuk mewujudkan rekomendasi-rekomendasi yang telah disampaikan kepada KOMNAS HAM, direspon jg Sudah menjadi tugas kami dari Komnas HAM akan selalu mengkawal pelanggaran HAM.
“Kami hanya memberikan temuan-temuan kepada Presiden dan juga DPR. Namun, untuk eksekutor ada kementrian-kementrian terkait,” ujar Kus selaku staff penyelidikan, pendidikan dan penyiaran KOMNAS HAM.
Diketahui, aksi solidaritas berlangsung dengan aman dan tertib, rintik hujan sempat membersamai tapi hal tersebut tidak menghalangi semangat kader-kader IMM Jakarta Timur untuk menyampaikan aspirasinya. Protokol kesehatan pun tetap berjalan selama berlangsungnya aksi solidaritas.
Aksi solidaritas diakhiri dengan penampilan teatrikal dari kader IMM Jakarta Timur, ada yang memerankan perumpamaan dari warga Wadas lalu ada yang memerankan sebagai korporat yang membawa excavator. Teatrikal tersebut adalah perumpamaan dari apa yang dialami desa Wadas saat ini. Dan mereka pulang dengan menyanyikan lagu-lagu perjuangan mahasiswa.


Tinggalkan Balasan