PEDULIRAKYAT.CO.ID, MAROS — Kegiatan seminar kepemudaan yang di gelar oleh Dinas Pemuda dan olahraga (Dispora) yang akan digelar tanggal 10 – 12 November 2020 mendatang di Home stay cafe dan resto (kompleks Grand Mall) di soroti oleh Komite Nasional Pemudaa Indonesia (KNPI) Kabupaten Maros.
Sekretaris KNPI Maros, Rizal Pauzi saat dimintai tanggapannya terkait kegiatan ini mengatakan bahwa kegiatan ini sepertinya harus didesain terburu – buru dan terkesan penghabisan anggaran akhir tahun. Jika di cermati tema kegiatan dan materinya tidak nyambung dan tidak relevan dengan pembangunan pemuda seperti amanat UU no. 40 tahun 2009 tentang kepemudaan. temanya terkait ilmiah, tapi materinya soal organisasi bernilai ibadah dengan narsumnya pembina Madrasah Sunnah. harusnya kan yang lebih tepat diundang yakni akademisi.
”Selain itu, materi pengelolaan pesantren bernilai ibadah dan fenomena pemuda Ghuluw (melampaui batas) itu kan materi remaja masjid. padahal di Maros ini kan bukan hanya ummat Islam yang ada. Sehingga Dispora seperti salah alamat serta tidak menghargai agama lain” jelas sekretaris PRIMA DMI Sulsel ini.
Rizal menambahkan, selain itu kegiatan ini tidak memiliki science of crisis terhadap pandemi covid-19. Dalam surat pun tidak ditegaskan protokol covid-19. ini patut disayangkan, harusnya Dispora membekali pemuda untuk turun terlibat dalam melawan pandemi ini, bukan malah membuat kegiatan yang tidak jelas arahnya.
”Kami menduga Dispora juga tidak melakukan koordinasi yang baik dengan kesbangpol. Sebab menurut pengakuan panitia dalam hal ini Kepala Seksi Organisasi Pemuda, Risandi Sucitra Fahri, S.Stp., M.Si bahwa ada 14 organisasi yang di undang. ini juga tidak jelas apa indikatornya siapa saja yang di undang. organasisasi yang berhimpun di KNPI saja sudah sekitar 40an, belum lagi organisasi pemuda lainnya yang turut aktif dan punya sumbangsi untuk Maros. Dispora tentu tidak boleh diskriminasi” jelasnya.
Rizal menambahkan, kami mendesak Dispora Maros untuk melakukan revisi konsep kegiatan serta melibatkan berbagai organisasi kepemudaan di kabupaten Maros. selain itu tentu dengan konsep yang lebih menarik dan berbasis kebutuhan. Jangan hanya fokus menghabiskan anggaran, itu uang rakyat.
”Kami minta pak kadis membaca kembali UU kepemudaan dan perda Kemudaan Sulsel. hal ini agar grand desain pembangunan pemuda lebih terarah. jangan tupoksinya Departemen Agama dan kesbangpol yang dikerjakan” tutupnya.(Red)
Terkesan Tidak Konteks dan Diskriminatif, KNPI Maros Sarankan Konsep Seminar di Revisi
8 November 2020 6:55 pm
Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini


Tinggalkan Balasan