PEDULIRAKYAT.CO.ID, BALIKPAPAN – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kota Balikpapan (PC IMM KOTA Balikpapan) mengadakan Diskusi Online Syawalan 1441 H untuk Kalangan PC IMM Kota Balikpapan, Fokal IMM Balikpapan.

Agenda ini dilaksanakan dalam rangka ikhtiar awal Lahir nya Perguruan Muhammadiyah Balikpapan.

PC IMM Kota Balikpapan Melakukan pendirian komisariat-komisariat baru Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di kampus-kampus yang selama ini belum terwarnai oleh dakwah IMM.

Cak Arif Ketua Fokal IMM balikpapan
Saat memberikan sambutan Daring mengatakan tujuan diselenggarakan kegiatan untuk jalinan silaturrahim diaantara alumni IMM Balikpapan dan juga secara struktural untuk memperkuat konsolidasi di antara pengurus Fokal IMM Balikpapan

Ketua Fokal IMM Balikpapan Moh Arif Suprato memberikan sambutan, bahwa sebagai ajang silaturrahmi, Ketua Fokal IMM Balikpapan ini mempersilakan secara terbuka menyampaikan pikiran-pikiran cemerlangnya, termasuk kepada pembicara untuk mengungkapkan pandangan-pangadan dan pengalaman-pengalamannya secara taransparan untuk menjadi bahan masukan bagi Fokal IMM Balikpapan menguatkan eksistensi PC IMM Balikpapan ke depannya.

Cak Arif berharap, FOKAL IMM yang dipimpinnya bisa senantiasa menjadi wadah yang memberi manfaat dan kemaslahatan, baik secara internal kepada anggota dan perserikatan, maupun secara eksternal kepada bangsa dan negara.

Karena itu, ia menghimbau menghimbau kepada seluruh anggota Fokal IMM untuk bisa selalu saling mendukung dan membesarkan sesama alumni, dimanapun dan kapanpun juga.

Saat ini banyak pihak yang Mengapresiasi dan memuji kiprah Muhammadiyah sebagai ormas Islam yang memiliki ribuaan amal usaha di seluruh Indonesia, mulai dari sekolah, perguruan tinggi, rumah sakit, panti asuhan dan sebaginya.

Namun apa yang sudah diraih itu tidak membuat keluarga besar Muhammadiyah jumawa, lengah dan lupa daratan. Sebabnya, Moh Hendro Selaku Ketua PD Muhammadiyah Balikpapan Mengatakan, kedepan tantangan eksistensi Muhammadiyah tidak kalah beratnya, terutama dalam konteks politik kebangsaan.

Kedepan Muhammadiyah dituntut untuk tetap mampu memainkan perannya secara cerdas dan elegan dalam konstelasi politik kebangsaan Indonesia.

Sahrul Akbar Mengatakan, Agar tidak menjadi sekedar komudititas dan ojek politik, maka Muhammadiyah harus bisa terus mewarnai konstelasi politik republik ini, tentunya dengan cara dan gaya khas politik yang dimainkan Muhammadiyah selama ini,” sebutnya.

Oleh karena itu, Cak Arif berharap keluarga besar Muhammadiyah diseluruh tingkatan mulai dari Pusat sampai Ranting bisa memainkan peran-peran dakwah politiknya secara efektif, terutama dalam merespon isu-isu yang berkembang ditengah-tengah masyarakat.

Strategi harus benar-benar menjadi kekuatan bagi alumni untuk bisa meraih jabatan di luar Muhammadiyah. Kemudian saling membesarkan dan saling peduli harus dikuatkan sesama alumni. Sebaliknya setelah besar jangan lupa yang kecil yang hingga saat ini masih cukup banyak padahal mereka punya potensi.

“Kita akui, dalam politik saat ini telah tertinggal dengan di luar sana, bahkan yang duduk di legislatif pun sekarang ini para alumni sudahh miskin alias terhitung jari. Ini harus menjadi agenda Fokal IMM Balikpapan ke depan untuk mengalang dan menyatukan potensi dan kekuatan yang ada,”ujar Rendy Zulkarnain.(rls/red)

Stay connect With Us :