PEDULIRAKYAT.CO.ID, MAKASSAR — Resmi dibuka Baitul Arqam Penulis Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PW Muhammadiyah Sulsel, di Hotel Sultan Alauddin Makassar, Sabtu 18 Januari 2020.
Hadisaputra mengatakan bahwa literasi adalah embrio awal Muhammadiyah, maka tepat kalau mau menghidupkan gerakan literasi karena hal itu memang telah melekat di persyarikatan Muhammadiyah.
“Kita ketahui bersama bahwa sejak awal berdiri Muhammadiyah adalah literasi telah menjadi perhatian khusus. Hal itu terlihat dengan pencantuman spirit penerbitan dalam Statuten (Anggaran Dasar) Muhammadiyah tahun 1912 (artikel 3 huruf d),” kata Hadi.
“Rumusan misi Muhammadiyah
adalah menerbitkan serta membantu terbitnya kitab-kitab, kitab sebaran, kitab khutbah, surat kabar, semuanya yang muat perkara ilmu agama Islam, ilmu ketertiban cara Islam.”
Spirit tersebut dipertegas pada 17 Juni 1920, saat pengesahan dan pelantikan pimpinann Bahagian dalam Hoofd Bestuur (Pengurus Besar) Muhammadiyah. Empat bahagian yang dilantik adalah bahagian sekolahan, bahagian tabligh, bahagian penolong kesengsaraan oemoem, dan bahagian taman pustaka.
”Kita ingin melalui pelatihan ini ada perekam aktivitas dan perkembagan Muhammadiyah di daerah dan ditulis sebagai syiar. Kemudian kita juga ingin ada upaya mengumpulkan dokumen untuk menulis sejarah perkembangan Muhammadiyah.
Kita juga berharap skil menulis untuk mengekspos gagasan dan ide Islam berkemajuan serta produk pemikiran Muhammadiyah,” harap Hadi.
Sementara itu Wakil Ketua PWM Sulsel, Dr KH Mustari Bosra, menjelaskan tentang tokoh Muhammadiyah Sulsel banyak yang punya buah pikiran, tapi tidak dituliskan.
Baitul Arqam Penulis Muhammadiyah ini mengangkat tema ‘menulis adalah bekerja untuk keabadian’ dan diikuti PDM se-Sulsel serta berlangsung pada 18-19 Januari 2020.(*)


Tinggalkan Balasan