Berita

Dies Natalis FISIP UNHAS ke-60, Pada Kuliah Umum Mensesneg Ajak Institusi Pendidikan Merdekakan Mahasiswa 

0
Advertisement

PEDULIRAKYAT.CO.ID, MAKASSAR — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar kuliah tamu oleh Prof. Dr. Pratikno, M.SOC.SC. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) RI. Kegiatan yang merupakan rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-60 mengangkat tema “Peran Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dalam Upaya Mendukung Pencapaian Kesejahteraan Masyarakat Melalui sinegi Antara Negara, Masyarakat, dan Perguruan Tinggi”. Kegiatan ini diadakan secara online melalui aplikasi zoom dan live melalui akun Youtube @FISIP Unhas.(25/2/2021)

Kegiatan yang dipandu oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Riset dan Inovasi, Dr. Phil. Sukri, PhD. ini dihadiri 560 peserta yang terdiri dari pimpinan universitas dan Fakultas, Dosen, mahasiswa, alumni FISIP dan masyarakat umum.

Advertisement

Dekan FISIP UNHAS, Prof. Dr. Armin, M.Si dalam sambutannya mengatakan bahwa melalui kuliah tamu ini, kita akan disuguhkan perpaduan antara teori poitik dan sosial disatu sisi dan implementasinya untuk mensejahterakan masyarakat pada khususnya.

“Sehingga dengan pemaparan ini dapat memberi pencerahan dan wawasan bahwa menjadi negarawan membutuhkan keseriusan dan pengorbanan dalam mewujudkan kesejahteraan sosial” jelasnya.

Sementara itu, Rektor Unhas, Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA dalam sambutannya mengatakan bahwa tentu minat peserta untuk menghadiri kegiatan ini sangat banyak itu dilatar belakangi oleh tema yang diangkat sangat menarik, punnarasumber yang sangat ditunggu.

Prof. Dr. Pratikno (Mensesneg) mengatakan  bahwa selain sebagai negarawan, juga sebagai ilmuwan tentu sarat akan fakta dan gagasan. Diharapkan kuliah umum ini melahirkan pandangan yang tajam untuk mewujudkan Indonesia lebih sejahtera dengan sinergitas antara berbagai pihak, antara masyarakat, pemerintah dan perguruan tinggi dan keterlibatan ilmu pengetahuan dalam mewujudkannya, jelasnya.

Lanjut Prof. Dr. Pratikno, M.SOC.SC saat memulai kuliah umumnya, ia mengucapakan selamat dies Natalis FISIP Unhas yang ke-60. Sebagai institusi pendidikan harus terus mencetak talenta yang relevan dan pengetahuan yang kontributif untuk kemanusiaan dan kemajuan bangsa.

“Saat ini tidak ada lagi ilmu yang tunggal, semua bersifat hibrid. Mastery dibidang ilmu sosial dan politik tidaklah cukup, tapi harus menguasai kompetensi lain,” jelasnya.

Pratikno menejelaskan, tidak bisa berkutat pada model pendidikan ilmu sosial dan ilmu politik seperti pendidikan dulu, ilmu sosial adalah ilmu yang lebih terbuka. Ilmu secara potensi menjadi pemimpin terhadap ilmu lain. Sehingga alumni sospol pun memiliki potensi memimpin semua alumni jurusan lain.

“Hal ini jelas, karena ilmu sosial itu mudah di blendid dengan ilmu lain seperti poltik kesehatan, politik pangan dan ilmu lainya. begitu pun kebijakan,komunikasi, sosiologi, HI dan lainnya. Potensi memimpin ilmu sosial bisa diaktualisasikan jika bergaul dengan ilmu yang lain,” jelas mantan dekan FISIP UGM ini.

Menurutnya, analogi pohon ilmu sudah usang, ilmu bukan tidak bisa diidentikkan dengan pohon. tetapi seperti hutan belantara sebuah ekosistem yang saling menopang. itulah yang memberikan manfaat bagi alam semesta. Olehnya itu, saya menyarankan untuk FISIP memberikan kebebasan kepada mahasiswa untuk mempelajari program studi lain dan pengembangan kapasitas di tempat lain. Memberikan kemerdekaan kepada mahasiswa untuk belajar apa saja sama dengan memberikan karpet merah untuk mempercepat pencapaian karir di masa depan yang mengalami perubahan begitu cepat.

“Jangan kita menunggu orang merusak diri kita, mari kita mendiskrupsi diri kita agar tidak mudah dikendalikan pihak lain. Kita harus berani melakukan revolusi digital besar – besaran dunia pendidikan kita,” tutupnya. (rls/RedaksiPeduli).

Advertisement

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here