PEDULIRAKYAT.CO.ID, Kebon Agung — “Dalam kurun tiga bulan terakhir ini, Petani jipang siam Kebon Agung, Kec.Sumowono-Kab.Semarang alami kerugian besar. Hal ini akibat dampak anjloknya harga dipasaran,” kata Kepala desa Kebon Agung, Anak Anung Sambara, Sabtu (03/10/20), saat mendampingi Hartono, salahsatu petani Jipang Siam warga desanya.
Disamping itu, Anung dengan didampingi Babinsa Koramil 10, Sertu Priadi mengatakan, juga dipengaruhi adanya ketidakstabilan standar nilai jual, managemen hasil panen yang melimpah dan masa akibat covid-19.
“Dari akibat dampak tersebut, nilai harganya turun hingga kisaran mencapai dibawah 1.000 rupiah, yakni antara 200-600 rupiah. Dan ini tidak seperti pada bulan-bulan tahun lalu bisa mencapai 2.000-5.000 rupiah,” tuturnya.
Sementara dari hasil panen yang dihasilkan mencapai kisaran antara 5 kwintal hingga 2 ton per-luas lahan tanah yang dimiliki warga petani desa setempat (-+500m2-2ha).
“Apalagi diketahui, untuk pemasok terbesar jipang siam di pasar Ngasem, Kab.Semarang dari hasil petani Kebon Agung,” jelasnya.
Disinggung soal harapan atas akibat dampak turunnya nilai harga tersebut, dirinya mengharapkan, baik itu dari dinas pertanian maupun perdagangan Kabupaten Semarang untuk dapat memberikan win-win solusi (jalan keluar, red) bagi para petani jipang siam warga desa Kebon Agung. Agar nilai harga panennya stabil dan naik. Guna sebagai penunjang taraf ekonominya dapat meningkat dan sejahtera.
(Tri)


Tinggalkan Balasan