PEDULIRAKYAT.CO.ID, JAKARTA — Cuitan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden RI Ali Mochtar Ngabalin dalam akun twitter resminya mengundang kontroversi. Dia menyebut bahwa Ketua PP. Muhammadiyah Busyro Muqoddas berotak sungsang karena menuduh Presiden Joko Widodo melemahkan KPK. Ngabalin mengatakan bahwa sebaiknya Busyro aktif di LSM anti korupsi dan keluar dari Persyarikatan Muhammadiyah.

Pernyataan Ngabalin direspon oleh berbagai elemen Muhammadiyah. LBH Muhammadiyah berencana akan melaporkan Ngabalin ke pihak kepolisian. Sementara itu LHKP PWM DI Yogyakarta pun tak ketinggalan telah mengeluarkan pernyataan sikap yang berisi kecaman terhadap Ngabalin.

Sekretaris Jenderal DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Robby R. Karman turut merespon pernyataan tersebut. Menurut Robby, sebagai seorang pejabat negara di bawah naungan Kantor Staf Presiden, Ngabalin seharusnya lebih berhati-hati dalam bertutur kata. Sikap penolakan Ngabalin terhadap pernyataan Busyro seharusnya disampaikan dengan lebih beradab.

“Cuitan Ngabalin di akun twitternya secara tidak langsung telah menciderai instansi tempatnya bernaung yakni KSP. Seharusnya Ngabalin bisa memberi teladan yang baik bagi pejabat lainnya dengan komunikasi publik yang baik. Kalaupun tidak setuju dengan Pak Busyro, bisa disampaikan dengan baik tanpa perlu menyebut Pak Busyro berotak sungsang,” ujar Robby saat dihubungi oleh pedulirakyat.co.id. pada Sabtu (15/05/2021).

Robby menambahkan bahwa bangsa kita sedang mengalami krisis keteladanan. Jika pejabat negara saja tidak bisa dijadikan teladan dalam bertutur kata, maka terlebih yang bukan pejabat negara. Robby juga mendorong agar KSP menegur dan melakukan koreksi internal terhadap tenaga ahlinya tersebut.

“Ada peribahasa, guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Maknanya seorang jika seorang guru saja berperilaku tidak benar, apalagi murid-muridnya. Peribahasa ini berlaku juga untuk profesi lain seperti pejabat negara. Jika pejabat tinggi saja bertutur seenaknya, bagaimana dengan rakyatnya? Pihak KSP sudah seharusnya mengkoreksi sikap tidak patut yang dilakukan Ngabalin,” tambahnya.

Terakhir, Robby mengajak agar masyarakat tetap fokus untuk mengawal upaya pelemahan KPK. Jangan sampai isu ini membuat kita lupa dari isu utama yang diperjuangkan.
“Saya sepakat dengan Ismail Fahmi pakar media sosial. Menurutnya kita tidak boleh lengah dan teralihkan fokus kita dari misi utama yakni melawan pelemahan KPK. Fokus kita tetap ke sana,” tutup Robby. (Preli/RedaksiPeduli).

Stay connect With Us :