PEDULIRAKYAT.CO.ID, SEMARANG — ​Marak gencar adanya dampak virus Corona (Covid-19) dan disinyalir kuatnya kotak kosong pada Pilihan kepala daerah Walikota dan Wakil walikota (Pilkada Walkot-Wawalkot) Semarang dapat menurunkan tensi gairah semangat dan antusias warga masyarakat kota semarang.
​
​Hal ini akan mempengaruhi tingkat berkurangnya nilai dukungan perolehan suara, serta kancah panggung demokrasi percaturan politik kurang greget, menarik dan tidak semarak.
​
​Dengan adanya tersebut menjadi sebuah Pekerjaan rumah (Pr) bagi lembaga penyelenggara pemilihan umum, yakni KPU kota Semarang. Juga partai-partai politik (Parpol) pemenang yang telah menjadi dan duduk sebagai DPRD.
​
​Adapun sebagai ukuran Pr tersebut diketahui, sejak dibuka hingga ditutupnya pendaftaran bagi pasangan calon Walkot-Wawalkot Semarang oleh KPU pada tanggal 19-23 Februari 2020 hanya satu pasangan tunggal yang maju dan mencalonkan, yakni; pasangan pertahanan, Hendra Prihadi-Havearita Gunaryanti Rahayu (Hendy-Ita). Dan pasangan ini terindikasi kuat melawan kotak kosong.
​
​Disamping itu, ditambah dengan adanya penetapan protokol khusus (sesuai surat edaran No.4/Th.2020) tentang antisipasi dan pencegahan infeksi virus Corona dilingkungan lembaga KPU, (23/03/2020).
​
​Dari kedua ukuran hal tersebut diatas sangatlah jelas, bahwa tingkat Pilkada kota Semarang akan menjadi turun dan kurang bergairah gregetnya.(Tri)

Stay connect With Us :