PEDULIRAKYAT.CO.ID, SIDRAP — Stasiiun televisi swasta nasional TV One pada Kamis, 30 September 2021 akan menayangkan film Pengkhianatan G30S PKI. Menanggapi hal ini, Kabid Hikmah, Politik dan Kebijakan Publik Pc IMM Kabupaten Sidrap menyampaikan cuitannya kepada awak media pada hari Senin 27 September 2021.

“Mudah-mudahan tidak ada lagi pihak yang mau mencoba membatalkan penayangan siaran film G30S PKI ini seperti yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya. Seperti yang kita ketahui bahwa memahami sejarah dengan menonton film G30S/PKI akan membuat generasi muda nantinya tidak akan mengulangi sejarah kelam tersebut. Olehnya itu nonton bareng Film G30S PKI adalah bagian pembelajaran dari kehidupan berbangsa dan bernegara,” jelas Kabid Hikmah.

Lebih lanjut, Kabid Hikmah, bahwa Film Pengkhianatan G30S PKI karya sutradara Arifin C. Nur ini pertama kali tayang pada 1984. Sejak pertama kali rilis, film Pengkhianatan G30S PKI merupakan tontonan wajib masyarakat semasa pemerintahan Orde Baru. Film yang selalu ramai menjelang 30 September ini memang bukan merupakan film dokumentasi sejarah. Beberapa pengamat film mengatakan, ada beberapa adegan yang tidak sesuai dengan konteks sejarah.

“Seperti pada satu adegan di mana ditayangkan peta Indonesia. Pada peta tersebut wilayah Timur Timur sudah masuk wilayah Indonesia. Padahal, wilayah jajahan Portugis itu baru menjadi wilayah Indonesia pada tahun 1976,” ujarnya.

Selain itu, Arifin C. Noer mengatakan, bahwa dalam sebuah buku yang pernah terbit , dia kesulitan mendapatkan bahan pada saat menggarap film tersebut. Karena banyak tokoh PKI yang sudah meninggal. Sampai pada adegan D.N Aidit merokokpun, itu merupakan hasil imajinasi dan interpretasinya. Padahal, dalam salah satu buku yang menulis tentang D.N. Aidit, Aidit bukanlah seorang perokok. Dalam pembicaraan bersama awak media, mengingatkan bahwa PKI adalah partai yang berulang-kali mencoba mau mengkudeta.

“Jangan pernah kita lupa sejarah bahwa yg mau menkudeta berkali2 adalah PKI. Yang mau merubah Pancasila menjadikan RI negara komunis juga PKI,” tutupnya, sesuai rilis yang dikirim, Rabu (29/9/2021).

Stay connect With Us :