PEDULIRAKYAT.CO.ID, BULUKUMBA — Aliansi Buruh Tani, Mahasiswa dan Rakyat Miskin Kabupaten Bulukumba turun melakukan aksi demonstrasi, atas kenaikan harga BBM, Senin (5/9/2022).
Asdar Sakka, selaku Jendral Lapangan mengungkapkan, bahwa dari Aliansi Buruh Tani Mahasiswa dan Rakyat Miskin Kota menolak secara tegas. Karena kebijakan Pemerintah yang menaikkan BBM yang menyengsarakan rakyat Indonesia.
“Maka dari itu, kami dari Aliansi Buruh Tani Mahasiswa dan Rakyat Miskin Kota Kabupaten Bulukumba, secara tegas bahwa kenaikan harga BBM ini wajib kita tolak. Karena ini tambah menyengsarakan rakyat,” tegas Asdar.
Asdar, menyampaikan bahwa dari Aliansi Buruh Tani Mahasiswa dan Rakyat Miskin Kota Kabupaten Bulukumba, menyatakan sikap sebagai berikut:
Pertama, Aliansi Buruh Tani, Mahasiswa dan Rakyat Miskin menegaskan penolakannya terhadap kenaikan harga BBM yang diumumkan oleh Pemerintah (Dimana harga Pertalite naik dari Rp 7.650 menjadi Rp10.000/liter. Kemudian harga solar subsidi naik dari Rp 5.150 jadi Rp 6.800/liter. Pertamax juga ikut naik hari ini dari Rp 12.500 jadi Rp14.500/liter).
Kedua, kenaikan BBM tersebut akan menurunkan daya beli yang sekarang ini sudah turun 30%. Dengan BBM naik, maka daya beli akan turun lagi menjadi 50%. “Penyebab turunnya daya beli adalah peningkatan angka inflansi menjadi 6.5%hingga-8%, sehingga harga kebutuhan pokok akan meroket.
Ketiga, Aliansi Buruh Tani, Mahasiswa dan Rakyat Miskin Kota menilai upah buruh tidak naik dalam 3 tahun terakhir. Bahkan Menteri Ketenagakerjaan sudah mengumumkan jika Pemerintah dalam menghitung kenaikan UMK 2023 kembali menggunakan PP36/2021. “Dengan kata lain, diduga tahun depan upah buruh tidak akan naik lagi.
Keempat, Aliansi Buruh Tani, Mahasiswa dan Rakyat Miskin Kota menolak kenaikan BBM karena dilakukan di tengah turunnya harga minyak dunia. Terkesan sekali, pemerintah hanya mencari untung di tengah kesulitan rakyat.
Terkait dengan bantuan subsidi upah sebesar 150 ribu rupiah selama 4 bulan kepada buruh, Aliansi Buruh Tani, Mahasiswa dan Rakyat Miskin Kota menilai ini hanya “gula-gula saja” agar buruh tidak protes. Tidak mungkin uang 150 ribu akan menutupi kenaikan harga akibat inflansi yang meroket.
Terlebih kenaikan ini dilakukan di tengah negara lain menurunkan harga BBM. Seperti di Malaysia, dengan Ron yang lebih tinggi dari pertalite, harganya jauh lebih murah.
Kelima, Aliansi Buruh Tani, Mahasiswa dan Rakyat Miskin Kota mengkhawatirkan, dengan naiknnya BBM maka ongkos energi industri akan meningkat. Hal itu bisa memicu terjadinya ledakan PHK.
Keenam, Aliansi Buruh Tani, Mahasiswa dan Rakyat Miskin Kota mendesak pemerintah segera mencabut UU omnibus law cipta kerja yang merupakan bentuk penjajahan modern bagi kelas pekerja.
Ketujuh, Aliansi Buruh Tani, Mahasiswa dan Rakyat Miskin Kota Mendesak Pemerintah untuk extra control dan mengevaluasi kongkalikong yang terjadi di SPBU di daerah.
Kedelapan, Aliansi Buruh Tani, Mahasiswa dan Rakyat Miskin Kota Mendesak pemerintah untuk mencabut aplikasi my Pertamina.
Kesembilan, Aliansi Buruh Tani, Mahasiswa dan Rakyat Miskin Kota Mendesak pemerintah kab. Bulukumba untuk mengawal setiap aspirasi masyarakat sampai di dpr-ri/pusat. Utamanya kenaikan harga BBM.


Tinggalkan Balasan