PEDULIRAKYAT.CO.ID — Pada tahun 2022, Universitas Muhammadiyah Palopo menempatkan tiga kelompok risetnya memenangkan riset keilmuan LPDP tahun 2022. Salah satunya fokus pada Analisis Multidisiplin (Agama, Regulasi, Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi) Terhadap Lifestyle Without Tobacco di Desa Bone Bone Kabupaten Enrekang.

Data Bappenas menunjukkan peningkatan prevalensi perokok di kalangan anak dan remaja pada tahun 2013 sekitar 2,9 juta anak (7,2%), meningkat pada tahun 2020 menjadi 9,99%. Target capaian penurunan prevalensi perokok secara nasional sebesar 5,4% tidak terpenuhi, dan merupakan kendala untuk mencapai sumber daya manusia yang berkualitas.

Bagaimana kaitan antara rokok dengan tumbuhkembang anak usia dini? Inilah yang diteliti dua mahasiswa prodi Pendidikan Guru PAUD, Dewi Sartika dan Fanny Auliyah Hasyim, yang tergabung dalam Tim Riset Desa Universitas Muhammadiyah Palopo. Temuan awal penelitian Dewi Sartika yang berjudul “Hubungan Lifestyle Without Tobacco Terhadap Perkembangan Anak Usia Dini” menemukan bahwa desa yang menerapkan lifestyle without tobacco memiliki peluang 56 kali terhadap perkembangan anak normal.

Sementara itu, Fanny Auliyah Hasim dengan judul risetnya yang berjudul “Hubungan Perilaku Lifestyle Without Tobacco Dengan Pertumbuhan Anak Usia Dini” juga menemukan bahwa daerah yang menerapkan Lifestyle Without Tobacco, dan orang tua yang tidak merokok memiliki peluang 67,7 kali terhadap pertumbuhan anak lebih baik.

Kedua penelitian tersebut telah berhasil publish pada jurnal nasional bereputasi “Obsesi” yang terindeks Sinta 2. Penelitian ini membandingkan desa Bone-Bone yang telah berhasil menerapkan Peraturan Desa tentang Kawasan tanpa Asap Rokok dengan desa lain yang belum menerapkan KTR sebagai desa kontrol. Menurut Fanny dan Dewi, sampel penelitian diambil secara purposive pada desa Bone-Bone dan desa kontrol. Penelitian ini menggunakan alat bantu berupa Kuesioner Merokok dan Kuesioner Tumbuh Kembang yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah ditemukan adanya hubungan antara perilaku kawasan bebas tanpa asap rokok dengan pertumbuhan-perkembangan anak usia dini. Desa Bone-bone dapat direkomendasikan kepada pemerintah pusat dan daerah sebagai desa percontohan kawasan bebas tanpa asap rokok, dan layak bagi anak usia dini, tutup Dewi dan Fanny.

Sementara itu, pembimbing riset Andi Sitti Umrah menyatakan, bahwa ada lima mahasiswa yang tergabung dalam riset ini, dan sementara proses publish di jurnal nasional terakreditasi. Mereka dibimbing secara intens setiap hari (8 jam sehari) selama 2 bulan lamanya untuk menyusun proposal, dan melakukan riset pada lokus yang diteliti. Riset payungnya yang dilaksanakan dosen akan berjalan selama 1 tahun sesuai dengan jadwal dari LPDP, tetapi mahasiswa dapat mempublish temuan penelitiannya pada jurnal nasional bereputasi, sehingga dapat diequivalensi dengan skripsi, mahasiswa harus cepat selesai, tutup Umrah.

Stay connect With Us :