PEDULIRAKYAT.CO.ID, Ungaran — “Sebanyak 257 Tenaga kesehatan (Nakes) Kabupaten Semarang belum tervaksinasi covid-19. Hal ini dikarenakan sistem pendaftaran secara dering,” demikian pernyataan Kepala dinas kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Semarang, Ani Raharjo.
Disamping itu, Ani mengatakan, disaat Nomor Induk Kependudukan (NIK) Nakes tersebut dimasukan kedalam aplikasi ternyata belum terdaftar.
“Selain itu pula, dikarenakan kondisi kesehatannya belum memenuhi syarat untuk vaksinasi,” katanya.
Selanjutnya ia menjelaskan, dari Nakes yang belum memenuhi syarat vaksinasi diketahui sebanyak 316 orang memiliki penyakit seperti jantung, diabetes dan penyintas Covid. Dan 360 orang memiliki tensi tinggi dan demam saat dilakukan pemeriksaan.
“Berdasarkan sesuai data dari pemerintah pusat sebanyak 3.992 Nakes akan mendapatkan vaksinasi untuk tahap I. Dan capaian per 27 Januari 2021 sebanyak 2.996 Nakes sudah divaksinasi, atau sekitar 75 persen,” jelasnya sesuai dalam rilisnya, Minggu (31/1/2021).
Adapun mengenai hal ‘Kejadian ikutan pasca imunisasi’ (Kipi) tahap pertama, dirinya mengungkapkan ada sebanyak 30 kasus. Dan itu hanya mengalami gejala ringan, seperti pusing, gatal dititik penyuntikan dan mengantuk.
“Namun dari hal tersebut hanya bersifat temporer. Bila setelah istirahat dan tidur akan pulih,” tambahnya.
Sementara itu disinggung soal ketersediaan vaksin untuk Kabupaten Semarang, Kadinkes Kab.Semarang Ani Raharjo mengatakan tidak ada masalah dan aman.
“Untuk ketersediaan vaksin untuk Kabupaten Semarang tidak ada masalah dan aman. Dan diberi jatah sebanyak 8.000 dosis. Itupun untuk dua kali vaksinasi. Adapun untuk vaksinasi tahap kedua dijadwalkan secara serentak tanggal 1 Februari 2021,” katanya mengakhiri pembicaraan.(Tri/Peduli).


Tinggalkan Balasan