PEDULIRAKYAT.CO.ID, GORONTALO — Pimpinan Universitas Muhammadiyah Gorontalo menemui Mahasiswa Ilmu Kesehatan yang melaksanakan aksi yang yang titik aksi dari depan fakultas Ilmu Kesehatan, bergeser di depan Fakultas Ilmu Keguruan,dan terakhir melakukan Orasi di lapangan Pencerahan dimana menunggu kehadiran rektor.
Rektor meminta perwakilan 20 mahasiswa pimpinan demo untuk berdialog diruang rektorat karena kapasitas ruangan yang terbatas namun mahasiswa menolak permintaan rektor dan berharap rektor yang menemui Mereka, setelah Negosiasi panjang antara pimpinan dengan pimpinan aksi maka disepakati pertemuan seluruh Peserta Aksi dengan pimpinan kampus di Gedung Indoor David Bobihoe, Rabu (13/10/2021) kemarin.
Hadir dalam pertemuan Wakil Rektor 2 Dr. Salahudin Pakaya, Wakil Rektor 3 Dr. Apris ara Tilome, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Ns. Abd. Wahab Pakaya,M.Kep, Dekan Fakultas Ilmu Keguruan Dr.H.Hamid Isa dan Seluruh peserta aksi dan pimpinan lembaga di lingkungan Ilmu kesehatan.
Wahab Pakaya selaku dekan Fikes menyampaikan dan menerima aspirasi mahasiswa dan akan mengkomunikasikan perjuangan adek adek mahasiswa.
Hamid Isa selaku dekan FKIP hadir menemui massa aksi dimana latar belakang aksi adanya dosen FIKES yang mengajar di ruang kelas FKIP karena Fikes tidak cukup ruangan. “Ini hanya persoalan komunikasi, di Jam yang sama ada mahasiswa FKIP mau kuliah, dan sebagai dekan memohon maaf yang sedalam-dalamnya dan atas kejadian tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor 3 Dr. Apris ara tilome menyampaikan, “bahwa daripada adek-adek Mahasiswa panas- panas diluar maka kita bicarakan baik- baik tuntutan adek-adek soal almamater mahasiswa Psikologi angkatan 2020, dan mahasiswa keperawatan 2019,2020 yang belum dapat alat kesehatan akan kita selesaikan secepatnya,” jelas Dr. Apris.
Selain itu, Wakil Rektor 2 Dr. Salahudin Pakaya menambahkan, bahwa persoalan Pembangunan Food Court yang awalnya kantin itu berada di belakang laboratorium fikes, itu dipindahkan karena terkait akreditasi dimana jika kantin dekat Laboratorium akan berefek kepenilaian karena makanan tidak bersih dan food Cour juga ini untuk kepentingan seluruh civitas akademica pada umumnya dan khusus mahasiswa.
“Perlu kita ketahui bersama bahwa program pembinaan Karakter dan kepribadian yang tinggal di asrama selama 6 bulan 2 gelombang,bukan kantin lebih penting dari ruang kuliah serta kantin juga bisa jadi tempat kuliah yang nyaman jika kantin itu bersih,” tegas Salahudin.


Tinggalkan Balasan