PEDULIRAKYAT.CO.ID, JAKARTA — Dewan Pimpinan Pusat Partai Masyumi menggelar tasyakuran Milad 77 tahun dengan tema “Perkuat persatuan dan pertahankan NKRI” di Kantor Pusat Matraman Raya Jalan no 64 Jakarta Timur, Senin (7/11/2022) pukul 13.00 WIB kemarin.
Acara yang dihadiri oleh ribuan kader partai Masyumi Se-jabodetabek beserta anak cucu ideologinya ikut hadir memeriahkan dengan penuh semangat dan kegembiraan atas hadirnya kembali partai Masyumi pelopor NKRI.
Ketua Umum Dr. Ahmad Yani dalam pidato politiknya mengungkapkan bahwa isu kebangsaan saat ini makin kompleks dan menjadi-jadi salah satu soal politik identitas.
Perlu diketahui, sebagai partai berbasiskan Islam, identitas menjadi sangat penting dan mendasar untuk menahkodai armada raksasa Masyumi, dalam mengarungi samudera politik nasional yang penuh badai.
“Sebagai partai berbasiskan Islam, politik identitas menjadi bagian terpenting, untuk menunjukan kepada publik, inilah identitasnya kami,” ujarnya.
Mantan anggota DPR-RI dari Fraksi PPP ini juga menyinggung tentang kekhawatiran banyak pihak, terhadap politik identitas yang seakan-politik identitas menjadi ancaman negeri ini.
“Apa yang ditakutkan dengan politik identitas…?” tegas Yani.
Yani mengilustrasikan, ada sejumlah tokoh politik, bahkan, sekjen dari salah satu partai politik besar di negeri ini, sangat mengkhawatir dengan adanya politik identitas. Dijelaskan, pihak yang bersangkutan perna mengatakan jika ingin Indonesia mau maju politik identitas harus di hilangkan.
“Itu yang bicara sekjen Partai Politik. Tapi buat kami dari Partai Masyumi, malah sebaliknya, dan ini adalah keputusan politik partai, politik identitas adalah sebuah keharusan bagi semua orang maupun kelompok bahkan partai politik sendiri mempunyai identitasnya yang berlandaskan Pancasila dan UU Dasar 1945,” jelasnya.
“Maka oleh sebab itu kami partai Masyumi yang merupakan partai basis Islam menyuarakan dan mengusung politik identitas harus terus di suarakan dan didiskusikan sebagai lambang kebangkitan Islam apalagi mendekati pemilu 2024,” tambahnya.
Selain soal politik identitas sebagai warna politik dari partai yang dipimpinnya, pengacara kondang ini juga menjelaskan, partai yang dipimpinnya, diyakini bakal menjadi salah satu partai peserta Pemilu 2024 mendatang.
Disampaikan Ahmad Yani, saat ini pertarungan di meja hijau masih terus berlanjut, namun dari sejumlah bukti yang menjadi persyaratan regulasi maupun Komisi Pemilihan Umum (KPU), secara administratif, sudah lengkap dan memenuhi syarat di 34 Provinsi.
“75% Kabupaten/kota dan 50% tingkat Kecamatan se-Indonesia sudah terbentuk. Bukti-bukti tersebut akan di sodorkan di depan hakim bahwa data kita lengkap semuanya,” tutupnya.


Tinggalkan Balasan