Berita

Tanamkan Iman dan Taqwa Anak Sejak Dini

0
Advertisement

PEDULIRAKYAT.CO.ID — Pada dasarnya setiap orang tua (bapak/ibu, red) senantiasa menginginkan anak-anaknya dapat tumbuh berkembang menjadi anak sholeh/sholekah, berkarakteristik adab moral, dan berpotensi utuh sesuai alamiah kodratnya.

Dari hal tersebut, ada beberapa kutipan hadist nabi yang perlu untuk kita ketahui dan dapat sebagai acuan dasar pegangan bahwa:
“Setiap anak dilahirkan atas fitrah (suci/bersih). Dan orang tuanyalah yang menjadikan apakah (seperti) Yahudi, Nasaroh ataupun Majuzi” (HR.Bukhari Muslim).

Advertisement

“Didiklah anak-anakmu tentang tiga (3) hal, yakni: cinta pada nabimu, keluargamu dan suka membaca Al quran. Sesungguhnya pembawa Al quran itu dalam keteduhan Arasy Allah SWT pada hari dimana tidak ada perlindungan nya” (HR.Tabrani).

“Didik dan binalah anak-anakmu dan keluargamu tentang hal-hal kebajikan dan keshalehan” (HR.Said bin Manshur, Abu Rasik&Said Hawwa).

Dari beberapa kutipan hadist nabi SAW diatas mengajarkan kepada kita sebagai orang tua, bahwa anak dilahirkan dalam keadaan fitrah; suci dan putih bersih. Yang artinya belum ada coretan apapun, serta murni dan utuh potensi dasarnya.

Adapun menjadikan coretan yang ada pada anak itu tergantung atas orang tuanya, yakni bapak ibunya yang menentukan. Apakah dijadikan menjadi Yahudi, Nasaroh, Majuzi atau dan bahkan yang lain sebagainya.

Demikian pula soal potensinya anak juga terletak tanggungjawabnya orangtua; bapak ibunya.

Sementara menurut John Watson (psikologi AS) mengatakan bahwa secara kodratNya, setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci dan murni.

Adapun untuk menentukan perkembangannya ditentukan oleh orang tuanya (bapak ibunya) dan lingkup keluarganya. Oleh karena itu, kata kuncinya adalah belajar dan mendidik bagi anak-anak sejak usia dini merupakan topik utama yang sangat perlu dan merupakan tanggung jawab orangtuanya.

Jadi sangatlah jelas uraian tersebutkan diatas, dan tentunya dapat disimpulkan sebagai nilai-nilai manfaat selaku/bagi orang tua muslim, yakni:
1.Tanamkan iman dan taqwa pada anak sejak usia dini.
2.Berikan bekal ilmu pendidikan agama dan pengetahuan umum bernilai daya guna manfaat dan kebajikan bagi dunia-akherat.
3.Penuhi kebutuhan perkembangan anak dengan hasil jerih rejeki halal, bersih dan sehat.
(Doc.arsip artikel lepas by MT Mudjaki@Jurnalist)

Advertisement

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here