PEDULIRAKYAT.CO.ID, PALOPO — Sistem Informasi Manajemen Keuangan (SIMKA) Universitas Muhammadiyah Palopo (UMPalopo) kembali mendapatkan respon, apresiasi dan sekaligus saran untuk pengembangan di masa yang akan dating.
Hal tersebut dikemukakan oleh Tim verifikator/audit atas laporan keuangan Universitas Muhammadiyah Palopo oleh Lembaga Pembina dan Pengawas Keuangan (LPPK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, yang terdiri atas tiga orang auditor yakni, Edi Baihaqi, Ari Sasmoko, dan Yudianto. Tim tersebut ditugaskan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk melakukan audit di UMPalopo, sebagai bagian dari proses akhir dari periodesasi kepemimpinan.
Kegiatan audit diawali dengan entry meeting yang dihadiri oleh tim auditor LPPK, Rektor, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya, Aset dan Bisnis, Kepala Biro Keuangan, Akuntan dan seluruh bendahara di Lingkungan Universitas Muhammadiyah Palopo.
Rektor UMPalopo, Salju, dalam sambutannya, menekankan kepada seluruh tim keuangan untuk membantu auditor dalam mempersiapkan semua data yang diperlukan dalam proses audit sehingga benar-benar menggambarkan akuntabilitas pengelolaan keuangan di Universitas Muhammadiyah Palopo.
“UMPalopo saat ini diaudit sebanyak 3 (tiga) kali, oleh Satuan Pengawas Internal (SPI), LPPK PP Muhammadiyah, dan Kantor Akuntan Publik. Dengan audit secara berjenjang tersebut, diharapkan pengelolaan keuangan di UMPalopo akuntabel dan transparan,” ujar Salju.
Sementara itu, Wakil Rektor Sumber Daya, Aset, dan Bisnis, Hadi Pajarianto menyatakan, Sistem Informasi Manajemen Keuangan UMPalopo dibangun berdasarkan kehendak untuk memberdayakan resources yang ada di UMPalopo. Pembangunan SIM dilakukan secara kolaboratif antara tim IT dan keuangan serta melibatkan pendamping ahli bersertifikat di UMPalopo, jelas Hadi.
“Jadi, saat ini mulai dari input, proses, dan output Laporan Keuangan UMPalopo sudah otomatis dan host to host dengan Bank Muamalat,” ungkap Hadi dalam rilis yang diterima redaksi pedulirakyat.co.id, Selasa (24/1/2023) kemarin.
Ia menambahkan, Semua traksaksi dapat diajukan oleh unit kerja dan di approve dimana saja oleh pimpinan.
“Jika mengandalkan system manual, maka dipastikan akan kewalahan dan sudah tidak sesuai dengan semangat digitalisasi yang digaungkan oleh UMPalopo,” pungkas Hadi.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Biro Administrasi Keuangan H. Muh. Halim menyapaikan bahwa Semua sistem informasi di UMPalopo diharapkan terintegrasi baik dengan platform kementerian terkait maupun dengan Sim internal UMPalopo. Di era 4.0. Kita tinggal melakukan sinkronisasi maka secara otomatis datanya akan terintegrasi.
Sementara itu bagian Acounting UMPalopo, Sultan menyatakan, dengan SIM yang dibangun sendiri, maka ketika membutuhkan pengembangan dan maintenance maka akan sangat mudah dilakukan.
“Karena kita tidak bergantung pada penyedia layanan dari eksternal,” ungkap jebolan magister Akuntansi Universitas Muhammadiyah Surakarta ini.
Ketua tim auditor, Edi Baihaqi menyampaikan bahwa kedatangannya untuk melakukan pembinaan dan sekaligus pengawasan keuangan, dengan memberikan rekomendasi untuk perbaikan dimasa yang akan datang. Proses ini akan semakin mudah dan cepat jika perguruan tinggi yang diaudit memiliki SIM keuangan.
Saat tim UMPalopo mempresentasikan Sistem Informasi dan Manajemen Keuangan (SIMKA) yang telah dibangun oleh Tim IT dan Keuangan UMPalopo sejak tahun 2020, Edi Baihaqi memberikan apresiasi terhadap Sistem yang telah dibangun oleh UMPalopo.
“SIM Keuangan UMPalopo sangat bagus, mudah digunakan, belum banyak PTM yang memiliki SIM keuangan seperti ini, silahkan terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan internal dan eksternal. SIM ini sangat fleksibel dan terbuka untuk dikembangkan, jadi silahkan beachmark di PTM lain yang sudah memiliki SIM, supaya semakin sempurna,” tutup Edi.


Tinggalkan Balasan