PEDULIRAKYAT.CO.ID, MAKASSAR — Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulsel Menggelar Pelatihan Kontributor Media Persyarikatan Muhammadiyah Sulsel Zona II KHITTAH.CO dan TVMU. Berlangsung di Lt7 Hotel UIN Alauddin Jln. Alauddin Makassar, Jumat (3/2/2023).

Pelatihan Kontributor ini, berlangsung selama tiga hari dari tanggal 3 hingga 5 Februari 2023. Dengan diikuti puluhan peserta dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) dan Organisasi Otonom Muhammadiyah (Ortom).

Diketahui Zona II ini, mulai dari daerah Barru, Bone sampai daerah Selayar dengan jumlah 14 daerah pada Zona II ini.

Hadisaputra (Ketua MPI PWM Sulsel) menyampaikan dalam sambutannya, bahwa kegiatan ini sudah pernah dilaksanakan sebelumnya yaitu di Unismuh pada tahun 2020. Juga pernah melaksanakan di Universitas Muhammadiyah Parepare pada tahun 2016 dan waktu itu bersifat akbar se Indonesia Timur, banyak Wilayah juga hadir di Parepare waktu itu, pesertanya hampir 100 orang.

“Saking kabarnya kegiatan itu sampai-sampai sesudah acara kita tidak tahu alumninya kemana semua, kita menunggu misalnya kiriman rilis aktifitas Muhammadiyah di Daerah atau kiriman video. Tapi tak kunjung datang, nah kami evaluasi ternyata hasil evaluasinya kami adalah waktu itu konsep kegiatan adalah seminar. Jadi kalau seminar itu bukan konsep Pelatihan, maka waktu itu bapak-bapak datang hanya mendengar tidak berbuat apa-apa,” ujar Hadi.

“Jadi kami rubah konsepnya yaitu Pelatihan, dan Pelatihan ini kami bagi 2 Zona. Zona pertama yaitu di Sidrap diikuti 12 Daerah, Zona 2 ini 14 daerah dengan model kami lakukan adalah betul-betul model Pelatihan. Makanya untuk Pelatihan Kontributor ini, sumber daya kami gunakan ini maksimalkan SDM yang dimiliki oleh MPI Sulsel. Kalau dulu di Parepare kami undang wartawan-wartawan besar, khusus Pelatihan Kontributor ini kami maksimalkan yang ada di MPI. Jadi kami harap di tempat ini betul-betul kita berproses supaya ada bisa kita bawa pulang, bukan kekaguman terhadap narasumber,” tambahnya.

Lanjut Dosen Sosiologi Unismuh Makassar itu, bahwa meskipun narasumber biasa saja tapi kalau peserta fokus dan serius mengikuti acara ini maka akan ada nanti dibawa plang. Paling tidak, peserta bisa buat rilis berita untuk dikirim ke KHITTAH.CO, bisa pengambilan video untuk dikirim ke TVMU agar syiar Persyarikatan ini betul-betul bisa lebih massif lagi.

“Alasan kedua kegiatan ini, karena Muktamar di Solo Surakarta yang baru-baru dilaksanakan, itu menghasilkan satu keputusan yang strategis yaitu setiap satu putusan namanya Risalah Islam Berkemajuan. Maka salah satu tugas kita selaku jurnalis Muhammadiyah adalah mempublikasi semangat Islam berkemajuan, yang harus kita pahami apa itu Islam berkemajuan yaitu spirit atau ruh yang kita dapatkan di Muhammadiyah, tapi nanti ada materinya khusus akan dibawakan oleh Ketua PWM Prof. Ambo,” jelas Hadi.

Terakhir diungkapkan Hadi, bahwa alasan ketiga MPI bikin acara ini karena ingin melakukan peneguhan historis, karena di Muhammadiyah 1915 sampai 2023 ini Muhammadiyah sudah mendirikan Media namanya Suara Muhammadiyah. Ini sudah ratusan tahun, dan mungkin banyak media lebih dari Suara Muhammadiyah tapi sudah gulung tikar, namun Suara Muhammadiyah masih eksis.

“Kita in sudah berdiri kurang lebih seratus tahun tapi masih eksis, dan terakhir saya dengar dari Mas Deni bahwa Majalah Suara Muhammadiyah sudah setara dengan Majalah Tempo, tapi kita tidak pernah bangga bahwa ini Media milik Muhammadiyah milik Persyarikatan. Kita perlu semangat bapak ibu, karena kalau KH. Ahmad Dahlan ditahun 1915 bikin Media dan pada waktu itu masyarakat mayoritas buta huruf, jadi kalau logikanya bisnis maka itu bisnis rugi. Tapi kita maknai bersama bahwa semangat Ahmad Dahlan adalah semangat peneguhan historis,” ungkap Hadi.

“Jadi di MPI PWM Sulsel ada KHITTAH.CO dan TVMU, Media ini kami harap sebagai media kaderisasi Jurnalis Muhammadiyah. Sama misalnya KOKAM, pernah saya bilang bahwa kader KOKAM ini dipersiapkan sebagai calon-calon tentara masa depan, makanya KOKAM itu harusnya anak SMA dan SMP dikader jadi KOKAM. Nah, Jurnalis-jurnalis Muhammadiyah juga begitu, kita ingin dari Jurnalis Persyarikatan Muhammadiyah bisa ada nanti bisa masuk jadi Jurnalis Kompas dan bisa masuk di media besar lainnya,” tutupnya.

Sementara itu, Rakhim Nanda (PWM Sulsel) mengungkapkan, bahwa ada beberapa hal dalam Al Qur’an terkait dengan Pelatihan Kontributor ini, pertama dalam QS: Al-Isra (17 dan 36). Bahwa jangan engkau mengikuti apa yang kamu tidak punya pengetahuan tentang itu, jadi seorang jurnalis punya pengetahuan apa yang akan ditulis.

“Mengapa harus seperti itu, karena sesungguhnya penglihatan pendengaran atau apa kita perbuat ini, akan dimintai pertanggungjawaban. Karena ini Pelatihan Kontributor, di dalam profesi selaku wartawan nanti harus independen. Pesan dalam Al-Quran juga dikatakan, wahai orang-orang yang beriman, jika ada seseorang membawa berita maka harus tabayun,” ungkap Rakhim.

Diketahui, Rakhim Nanda selain  menyampaikan amanah PWM Sulsel, sekaligus juga membuka acara tersebut secara resmi.

Stay connect With Us :