PEDULIRAKYAT.CO.ID, SIDRAP — Untuk mengembangkan syiar Persyarikatan dan spirit Islam Berkemajuan, Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan menggelar Pelatihan Kontributor Media Persyarikatan.
Pelatihan ini resmi dibuka Jumat, 20 Januari 2023 di Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Univesitas Muhammadiyah Sidenreng (UMS) Rappang, berlangsung selama 3 hari, Jumat-Minggu, (20-22/1/2023).
Rektor UMS Rappang, Jamaluddin Ahmad yang membuka acara mengatakan, kampus yang ia pimpin memang menyadari era digitalisasi sebagai keniscayaan.
Ini terbukti dengan visi UMS Rappang yang menjunjung digital enterpreneurship sebagai basis kampusnya.
Karena itulah, kata Jamaluddin, pihaknya dengan senang hati menerima penunjukkan sebagai tuan rumah pelatihan kontributor media Persyarikatan ini. Bahkan, ia mengaku meminta khusus agar mahasiswa UMS diberi kuota kepesertaan lebih banyak.
“Mahasiswa kami ini hampir semuanya menggunakan media, termasuk dalam kegiatan pembelajaran. Mereka juga meng-upload berita kegiatan mereka. Sementara, di media itu, apalagi di medsos, kan tidak ada editornya. Jangan sampai mereka, karena tidak tahu etika jurnalistik, undang-undang penyiaran, ITE, mereka meng-upload yang tidak sesuai,” ungkap Jamaluddin.
Jamal juga mengisahkan, tahun kemarin, UMS Rappang mencoba tidak mencetak spanduk untuk sosialisasi penerimaan mahasiswa baru. Ini karena pihaknya memassifkan media sosial.
“Saya bilang, saya mau lihat, apa ada hubungan signifikan antara spanduk yang dicetak dengan jumlah pendaftar. Ternyata, tidak ada spanduk dicetak, jumlah pendaftar meningkat terus. Tapi saya tegaskan kita pakai lima media, Youtube, Facebook, Twitter, Instagram, dan Tiktok,” ungkap Jamal.
“Saya katakan, silakan rekrut mahasiswa, gaji dia di situ, belikan data, kerjaan dia setiap hari hanya mem-back up media sosial. Jadi, nanti, Bapak-Ibu kalau membuka Tiktok, banyak anak UMS di situ. Apalagi Tiktok kami manfaatkan sebagai media pembelajaran,” tambahnya.
Jamal menyampaikan, tidak ada lagi mahasiswa semester lima sampai tujuh UMS Rappang yang kuliah di dalam kampus. Ini karena kampusnya menerapkan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MB-KM).
“Mereka keluar, magang, keluar kampus berwirausaha. Mereka tinggal menjelaskan pokok bahasan materi pelajarannya melalui Tiktok. Inilah yang dikirim ke dosennya dan dinilai oleh dosennya. Itu model MBKM,” ujar Jamal.
Diketahui, salah satu kampus percontohan lingkup LLDIKTI Wilayah XI Sultan Batara adalah Universitas Muhammadiyah Sidenreng (UMS) Rappang.
“Tidak ada lagi, kuliah tatap muka. Ternyata, alhamdulillah efektif sekali,” kata Rektor.
Efektivitas penerapan MBKM ini terlihat pada acara pembukaan pelatihan kontributor ini. Seluruh panganan yang dikonsumsi oleh hadirin adalah produksi mahasiswa Program Studi Seni Kuliner UMS Rappang.
Sementara itu, Ketua Majelis Pustaka (MPI) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan (Sulsel), Hadisaputra menjelaskan dalam sambutannya, bahwa MPI sudah pernah melakukan pelatihan di beberapa tempat.
Pertama di Parepare dengan diikuti 80an orang, kedua di Hotel Alauddin Makassar dengan diikuti 60an orang. Tapi setelah pelatihan, peserta hanya kagum dengan pematerinya, bukan pada ilmunya disampaikan oleh pematerinya.
“Jadi salah satu tujuan pelatihan ini dilakukan hanya beberapa PDM diundang, karena dibatasi pesertanya. Jangan sampai terlalu banyak peserta yang ikut, sehingga tidak maksimal lagi,” jelas Hadi.
“Setelah kegiatan di sini UMS Rappang, selanjutnya, kami juga akan lakukan pelatihan di daerah lain di Sulsel. Kami berharap semoga dengan dilaksanakannya pelatihan ini, kegiatan-kegiatan Muhammadiyah di daerah baik itu kegiatan pengajian maupun kegiatan lainnya bisa dipublikasikan oleh kontributor yang mengikuti pelatihan ini,” tutupnya.
Selain itu, Sekretaris Pimpinan Daerah (PDM) Kabupaten Sidrap, Madaling dalam sambutannya, ia menyambut baik peserta Pelatihan Kontributor Media Persyarikatan Muhammadiyah Sulsel.
“Saya ucapkan kepada seluruh peserta, selamat datang di Kabupaten Sidrap tanah Nenek Mallomo, juga kami ucapkan mohon maaf jika selama berada di sini ada kurang berkenan,” ucap Madaling.


Tinggalkan Balasan