PEDULIRAKYAT.CO.ID, BANYUMAS — Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Banyumas menggelar puncak Milad yang ke-57 dengan mengadakan Talkshow dan IMM Award. Kegiatan puncak Milad IMM ke-57 yang dilaksanakan di Pendopo Bupati Banyumas, Minngu (14/03/2021) kemarin.

Kegiatan tersebut, dihadiri oleh Bupati Banyumas, Ketua KPU Banyumas, Rektor UMP, Wakil Rektor 3 IAIN, PDM, dan seluruh pimpinan ortom Muhammadiyah di Banyumas. Dan juga segenap forum keluarga alumni di IMM, serta Heri Susanto mantan Ketum DPD IMM Jateng.

Ketua Umum PC IMM Banyumas Teguh Eko Prasetyo, S.T menyampaikan bahwa IMM tak boleh diam dalam melihat gejolak di masyarakat dimana kebijakan pemerintah yg tidak berpihak oleh rakyat adalah musuh dari IMM dalam moment milad ini mempertegas kembali bahwa IMM adalah elemen bangsa yang akan terus ada sebagai kaum perubahan untuk mengajak dalam kebaikan, ucap Eko kepada pedulirakyat.co.id, Ahad, (14/03/2021).

Dalam sambutan disampaikan Oleh Wakil Ketua PDM Banyumas Bapak Agus Mifta yang menyampaikan bahwa IMM adalah kelompok selanjutnya yang akan menjadi pelopor pelangsung dan penyempurna gerakan Muhammadiyah kedepannya.

Kemudian, Bupati Banyumas memberikan sambutan keterkaitan dengan mengajak IMM untuk berkolaborasi dalam aksi nyata untuk memberantas COVID-19, di agenda puncak milad tersebut ada talkshow dan IMM Award. IMM Award adalah untuk apresiasi para kader kader IMM yang semasa sekarang pademi COVID-19 mengaktualisasikan dirinya untuk terjun ke masyarakat, IMM award sendiri terdiri dari 10 kategori penghargaan.

Pembicara pertama dalam Talkshow disampaikan oleh Rektor UMP lebih menekankan untuk komitmen IMM dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas, disambung dengan pesan pemuda harus mempunyai visi, visi dalam arti visi yg tinggi, tujuan yang tinggi dan mampu berkolaborasi dalam mewujudkan mimpi tersebut. Dan dalam artian IMM harus mampu berinovasi hal baru ditengah perubahan zaman.

Sedangkan, Wakil rektor IAIN menekankan bahwasanya IMM adalah muhammadiyah dan gerakan tajdid. Harus bersifat inklusif, dan sanggup menerima ataupun bersaing dengan organisasi pergerakan lainnya.

Selanjutnya, Mas Imam arif menyampaikan terkait penguatkan kembali pondasi IMM, terdiri dari intelektualitas, humanitas, dan religiusitas di mana hal tersebut yang menjadi ciri khas sebagai kader IMM. Yang nantinya dalam mengaktualisasikan diri di ranah masyarakat akan tetap berpegang teguh dengan hal tersebut. Di kembalikan lagi bahwa banyak sekali ranah politis IMM bisa ngambil. Dalam artian tau cara mengambil hal tersebut.

Kemudian penyampaian pamungkas pada acara Talkshow oleh Heri Susanto mantan Ketua Umum DPD IMM Jateng mengatakan kader IMM harus mempunyai keahlian yang terlatih dan juga hal tersebut yang akan menjadi bahan evaluasi. Evaluasi dalam mengaktulisasikan hal-hal baru. Bisa karena terbiasa, ketika temen-temen sudah ahli kemampuan mengubah sesuatu mudah untuk direalisasikan.

Acara PC IMM Banyumas tersebut, ditutup dengan berdoa bersama agar kedepannya pergerakan IMM semakin BERADAB dan Menghasilkan Pemuda dengan karya Nyata. (Preli/RedaksiPeduli).

Stay connect With Us :