PEDULIRAKYAT.CO.ID, SEMARANG — Guna memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19. Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang harus dan terus gencar lakukan rapid test di empat (4) titik pintu masuk utama, yakni pintu masuk bandara udara, pelabuhan, pasar swalayan dan pasar tradisional. H
Hal ini perlu dilakukan, mengingat jumlah kasus positif covid-19 meningkat dalam beberapa hari terakhir ini. Dimana diketahui, pada akhir pekan lalu diangka 90 orang, dan hingga saat ini, Senin (01/06/2020) bertambah menjadi 119 orang. Hal tersebut sebelumnya ada satu penderita covid-19 tulari hingga 11 orang.
Disamping itu, kasus positif jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) pun juga bertambah dari 200 orang menjadi 220 orang.
Sementara data Pasien Dalam Pengawasan (PDP) saat ini berjumlah sebanyak 112 pasien. Adapun pasien yang sembuh 268 orang, dan yang meninggal 41 orang.
Atas hal tersebut, seperti yang pernah disampaikan Dinas kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, dr Abdul Hakam berapa waktu lalu, Sabtu (30/05/2020) yang menyatakan, guna mempercepat penanganan dan sekaligus memutuskan mata rantai penyebaran virus covid-19.
Pemkot Semarang harus intensif mengelar rapid test secara masal dan masif di empat titik pintu masuk utama, seperti pintu masuk pasar swalayan, pasar tradisional, pelabuhan dan bandara internasional Ahmad Yani.
“Sebab dari ke-4 titik pintu utama itu, merupakan tempat keluar masuk orang. Terutama orang dari luar kota atau daerah. Serta orang asing atau luar negeri, yakni untuk pintu pelabuhan dan bandara udara. Karena dari hal itu bisa saja membawa virus,” kata ucapnya.
Dan yang berbahaya itu, Hakam menambahkan, apabila Orang Tanpa Gejala (OTG). Sebab tidak bisa terdeteksi hanya dengan termometer. Namun harus dilakukan rapid test, dan juga test Swab.
“Jika hal ini diterapkan dan dilakukan secara inyensif, masal dan masif. Maka penyebaran covid-19 akan terputuskan. Dan keadaan akan menuju New Normal,” tambahnya mengakhiri pembicaraan.(Tri/Lind media/email)


Tinggalkan Balasan