PEDULIRAKYAT.CO.ID, PALEMBANG — Pimpinan Komisarat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Pertanian (FP) Universitas Muhammadiyah Palembang mengadakan Kajian Bulanan Spesial Ramadhan pada Selasa (04/05/2021) ) yang dilangsungkan pukul 20.30-21.49 WIB. melalui aplikasi Google Meeting.
Kegiatan yang mengusung tema: “Menyambut malam lailatul qadar di 10 hari terakhir ramadhan” tersebut, menghadirkan pemateri Ayahanda Idmar Wijaya, S.Ag.,M.Hum. yang merupakan Wakil Dekan IV Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Palembang.
Ketua Pelaksana, Dea Rizki Ananda mengatakan kegiatan kajian yang diadakan IMM ini dalam rangka menyambut malam 10 hari terakhir Ramadhan.
“Kegiatan ini dilakukan untuk merealisasikan salah satu program kerja dari Bidang Tabligh dan Kajian Ke-Islaman yaitu kajian bulanan,” ucap Ketua bidang TKK itu, kepada pedulirakyat.co.id pada Kamis (06/05/2021).
Ketua Umum PK IMM FP UM Palembang Wisnu Errianto mengatakan tujuan dilaksanakan kegiatan ini untuk memberikan gambaran atau pemahaman kepada peserta kajian mengenai keistimewaan malam Lailatul qadar ini serta amalan apa saja yang perlu kita tingkatkan pada malam yang penuh kemuliaan ini.
“Semoga setelah acara ini dilaksanakan para peserta kajian mampu, memahami dengan benar tentang malam Lailatul Qadar ini, selain itu semoga peserta dapat beribadah dengan lebih tekun lagi,” ucap Wisnu.
Sementara itu, Ayahanda Idmar Wijaya, S.Ag.,M.Hum. dalam kajian tersebut menjelaskan Lailatul Qadar, terdiri dari 2 suku kata yaitu lailatu yang artinya malam dan qadar yang artinya kemuliaan. Malam Lailatul Qadar yaitu malam yangg penuh kemuliaan, karena malam itu adalah malam yg lebih baik dari pada 1000 bulan. Apabila 1 hari kita berjumpa dengan malam lailatul Qadar, sama seperti mendapatkan kemuliaan selama 83 tahun. Malam Lailatul Qadar merupakan malam yg penuh kerahasiaan karena manusia tidak ada yang tau secara pasti kapan malam itu akan terjadi, tetapi kita hanya diberi petunjuk bahwa malam itu terjadi pada malam-malam ganjil, seperti malam ke 21, 23, 25 dan seterusnya.
Malam Lailatul Qadar terjadi pada 10 hari terakhir Ramadhan, pada malam itu malaikat turun ke bumi untuk mengurusi segala persoalan persoalan manusia, sehingga malam itu penuh kemuliaan sampai tiba waktu fajar. Pada saat 10 hari terakhir Ramadhan Rasulullah SAW, beribadah lebih tekun dan lebih khusyuk lagi, beliau membangunkan anak dan istri nya untuk ber’itikaf dan memohon pengampunan dari Allah SWT. Do’a yg kita baca pada malam Lailatul Qadar yaitu: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu Anni. “Kita harus banyak berdoa karena doa pada malam Lailatul Qadar itu, merupakan doa yg mustajab,” ucap Ayahanda Idmar.
Kemudian, Beliau menjelaskan mengenai hadist Riwayat Muslim disebutkan ciri-ciri malam Lailatul Qadar yakni: udara pada malam hari itu terasa sejuk, malam hari terasa terang, perasaan kita tenang, posisi bulan separuh, matahari sangat cerah saat pagi tetapi tidak terasa panas. Amalan amalan pd malam Lailatul Qadar yaitu: memperbanyak dzikir, memohon pengampunan, Rasulullah mandi diantara waktu Maghrib dan isya, mengenakan pakaian yang bagus.
“Kita sebagai umat Islam, harus memperbanyak memohon ampun agar selepas Ramadhan ini Allah mengampuni segala dosa dosa kita dan agar semua ibadah kita tidak sia-sia,” tutup pemateri sekaligus WD IV FP UM Palembang tersebut. (PRELI/RedaksiPeduli).


Tinggalkan Balasan