PEDULIRAKYAT.CO.ID, BALI — Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Bali, H. Aminullah apresiasi seminar yang diselenggarakan oleh Pemuda Muhammadiyah Bali, berlangsung di Denpasar Bali, Minggu (11/12/2022) kemarin. Seminar ini mengusung tema “Menggembirakan Dakwah, Merekatkan Budaya”.

H. Aminullah sangat mendukung forum dialog untuk mencari titik temu dalam rangka menggembirakan dakwah. Ia menuturkan, Muhammadiyah sejak awal berdirinya telah melaksanakan dakwah kultural.

Sebagai salah satu contohnya adalah melalui pendidikan yang pada mulanya banyak menuai kritikan karena menyerupai budaya barat. Meski demikian, lanjut H. Aminullah, Muhammadiyah dengan strategi tersebut mampu membawa perubahan ke arah yang lebih berkemajuan.

“Saya melihat, adanya budaya ini memang bagian dari strategi dakwah,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Tanwir Muhammadiyah tahun 2002 di Bali membahas tentang Dakwah Kultural. Selain itu juga melahirkan Khittah Denpasar yang memuat tentang Muhammadiyah dan peran politik sebagai wujud dakwah amar ma’ruf nahi munkar.

“Hadirnya budaya itu bagaimana kita bisa mengembangkan potensi dakwah kita ini. Jangan merasa kita yang paling benar. Karena dakwah bisa dikembangkan melalui budaya,” tutur H. Aminullah.

Ketua Pemuda Muhammadiyah Bali, M. Syobri menyampaikan diskusi yang dikemas dalam acara seminar tentang dakwah dan budaya ini sangat penting. Menurutnya implementasi dakwah kultural terkadang masih banyak mengundang pertentangan.

“Seminar ini menjadi salah satu ruang untuk berdiskusi seputar budaya yang berkaitan juga dengan dakwah. Sebagaimana semangat kita bersama untuk menggembirakan syiar dakwah Islam Berkemajuan,” ungkap Syobri.

Ia menjelaskan, dalam seminar kali ini pihaknya menghadirkan Machendra Setyo Atmaja sebagai pembicara utama dan Tatang Wisnu Wardhana tokoh muda dari Bali.

Turut hadir dan meramaikan seluruh anggota Pemuda Muhammadiyah yang ada di Bali. Selain itu juga mengundang Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) seperti NA, IMM, dan IPM. Termasuk perwakilan dari Amal Usaha Muhammadiyah se-Kota Denpasar.

“Alhamdulillah, banyak peserta seminar yang antusias untuk mengikuti acara dari awal sampai selesai,” ujar Syobri.

Pemuda Muhammadiyah Bali berkomitmen akan melanjutkan agenda serupa. Hal tersebut seperti disampaikan oleh Yon Eko Saputro selaku Bendahara Pemuda Muhammadiyah Bali.

“Kami sangat bersyukur, dengan terselenggaranya seminar ini banyak insight baru terkait dakwah dan budaya. Tentunya ini sangat positif sekali untuk mewujudkan dakwah yang menggembirakan di Bali pada khususnya,” harap Yon Eko Saputro.

Ia berharap bukan hanya Pemuda Muhammadiyah yang menyadari pentingnya membuka ruang dialog.

Stay connect With Us :