PEDULIRAKYAT.CO.ID, DUMINANGA — Kasus pengeroyokan terjadi lagi terhadap wasit pada pertandingan sepak bola yang diselenggarakan oleh desa Duminanga, dan terjadi pengeroyokan, Jumat (17/3/2023).

Kejadian tersebut ditengarai oleh official dari tim desa pakuku karena tidak menerima hasil yang diputuskan oleh asisten wasit dan wasit pertandingan.

Diketahui bahwa, official tim pakuku juga merupakan sekretaris desa pakuku.

Kejadian tersebut tentunya menuai respon dari pemerintah desa ikhwan yabg merupakan kampung si wasit yang menjadi korban pengeroyokan dan juga respon dari organisasi Pemuda Muhammadiyah.

“Selaku ketua BPD desa Ikhwan saya sangat menyayangkan tragedi yang terjadi terhadap masyarakat saya yang melakukan tugas perwasitan di desa Duminanga kabupaten Bolsel yang kemudian di keroyok dan di aniyaya oleh suporter dari desa pakuku. Saya sangat kecewa dan mengecam tindakan yang dilakukan oleh para terduga pelaku penganiyayan tersebut,” ujar Fahri Gumer.

Pemerintah desa Ikhwan juga menjelaskab bahwa tindakan kekerasan dalam bentuk apapun tidak dibenarkan oleh hukum.

“Apapun alasannya, tindakan yang dilakukan adalah salah dimata hukum. Untuk itu saya meminta kepada pihak PEMDES pakaku agar segera melakukan upaya mediasi terhadap semua para terduga pelaku dengan jutuan untuk menjaga stabilitas keamanan bersama. Jangan sampai nantinya ada hal-hal yang tidak di inginkan akan terjadi.
Terutama dari masyarakat dan pihak keluarga korban,” tambahnya.

Lanjut Fahri, ia sebagai pemerintah juga menyerahkan kasus ini kepada pihak berwajib.

“Saya percayakan sepenuhnya kepada pihak Polres Bolaangmongondow Selatan untuk menangani kasus ini. Usut tuntas dan tangkap semua yang terduga menjadi pelaku,” tutupnya sesuai keterangan rilisnya, Senin (20/3/2023).

Selain itu, tindakan tersebut menuai tanggapan dan kritik dari salah satu kader Pemuda Muhammadiyah Bolaang Mongondow.

Terkait pengeroyokan yg di lakukan Oleh Pemain dan Suporter kepada Wasit Resa yang juga merupakan Ketua PCPM Dumoga Barat, adalah merupakan sebuah tindakan tidak Manusiawi dan main Hakim sendiri.

“Saya mengutuk keras tindakan tersebut dan meminta Pihak penegak hukum terutama POLRES Bolsel segerah mengusut tuntas para pelaku yg terlibat dlm Pengeroyokan tersebut sesegerah mungkin. Tidak ada tempat di sepak bola bagi para perusuh dan bar-bar. Saya juga meminta askab Bolsel segerah mengevaluasi seluruh hasil dari Turnament At Taqwa Cup Duminanga, agar tidak terjadi lagi kejadian serupa,” ujar Masud selaku kader Pemuda Muhammadiyah.

Stay connect With Us :