PEDULIRAKYAT.CO.ID, PALEMBANG — Muktamar XX Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang dilaksanakan di Palembang selama 3 hari, dari tanggal 1-3 Maret 2024, kini dikabarkan terjadi dualisme.
Sesuai informasi yang beredar, bahkan di media nasional diberitakan bahwa Muktamar XX IMM di Palembang Ketua Umum DPP IMM terpilih Periode 2023-2025 Zaky, dan juga terpilih Ketua Umum DPP IMM Riyan Periode 2024-2026.
Diketahui, keduanya itu memang beda periodenya entah mana yang benar.? Sehingga redaksi langsung konfirmasi kepada Zaky dan Riyan dengan meminta tanggapannya terkait isu dualisme tersebut.
Riyan menyampaikan, bahwa tidak ada dualisme kepemimpinan di tubuh IMM. Segala bentuk proses Musyarawah dalam Muktamar sesuai dengan aturan organisasi.
“Muktamar kami diikuti oleh 34 Provinsi, namun memilih hanya 33 prov, dan menghasilkan terpilih Ketua Umum dan Formatur 12 yang telah diumumkan. Semua hasil musyarawah telah disahkan oleh panitia pemilihan. Sehingga legalitas Muktamar terpenuhsecara konstitusional, dan di luar dari pada itu tidak sah,” kata Riyan, Senin (4/3/2024).
Selain itu, Zaky menjelaskan bahwa akan dipastikan Muktamar IMM di Palembang menghasilkan dua kepemimpinan. Karena proses muktamar begitu bermasalah, nampak terburu-buru dan dipaksakan segera selesai sehingga tidak sesuai dengan azas permusyawaratan.
“Sehingga kami mengambil, sikap yang tegas bersama beberapa DPD, yaitu Jabar, Jateng, Banten, Gorontalo, Sultra dan Sumsel untuk bersama-sama memilih deklarasi kemenangan,” ujar Zaky.
“Tentu kami tetap akan menjalankan organisasi sebagaimana mestinya, dalam hal akan membentuk struktural DPP IMM Periode 2023-2025. Karena periodesasi kami ini yang benar, bukan Periode 2024-2026,” tutupnya.


Tinggalkan Balasan