Berita

Masa Protkes Covid-19 Menuju New Normal Jadikan New Culture Bagi Kehidupan

69
0

PEDULIRAKYAT.CO.ID — Banyak dikalangan masyarakat yang masih saja kurang perhatian dan bahkan cenderung terkesan tidak mau tau alias cuek terhadap dampak yang ditimbulkan pandemi wabah virus covid-19. Yang mana dari hal tersebut, sering kita jumpai dijalanan, dipusat perbelanjaan pasar swalayan maupun pasar tradisional hingga publik umum lainnya.

Padahal dari pemerintah kita, baik pusat hingga daerah telah memberikan perhatian dan kebijakan-kebijakan yang orientasinya untuk kebaikan bagi keselamatan masyarakat itu sendiri. Dan salah satunya soal pemberlakuan penerapan protokol kesehatan (Protkes). Seperti diantaranya memakai masker, jaga jarak, cuci tangan dll.

Hal itu merupakan inti dasarnya guna mengantisipasi; pencegahan penanganan penyebaran virus Corona/covid-19 lebih meluas.

Dari persoalan masyarakat yang kebanyakan kurang perhatian dan masih terkesan tidak mau tau alias cuek terhadap pemberlakuan Protkes covid-19. Menurut para ahli psikologis ada beberapa hal kecenderungan, yakni:

-Rata-rata pola pikirnya berparadigma, bahwa buat apa pakai masker, jaga jarak dsb segala. Toh selama ini saya biasa-biasa saja, fine dan sehat.

-Rata-rata pola pikirnya dalam dirinya tidak mau dibatasi dan ingin kembali bebas seperti dulunya.

-Rata-rata pola pikirnya, bahwa kematian itu sudah bagian dari takdirNya, dan keselamatan hidup dianggap tidak diperdulikan.

Padahal dari beberapa kecenderungan itu, merupakan bagian dari menambah akar penyebaran virus itu sendiri. Dan siklus kehidupan terhadap sesama untuk bersama hidup (kepedulian, red) bukan lagi sebagai jalan bagi hidup.

Oleh karena itu, satu kata kunci yang diperlukan adalah menempatkan kedisiplinan yang berakar kuat, mutlak dan berketetapan. Serta menumbuhkan kesadaran secara sungguh-sungguh/konsisten. Maka siklus kehidupan akan kembali menuju tataran baru/New normal. Dengan suatu penguatan menjadi budaya baru/New culture.(.Doc.arsip artikel lepas: MT. Mudjaki/Jurnalis)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here