Berita

Lowongan Kerja Dipersimpangan Jalan

0
Ahmad (Aktivis IMM Makassar Timur)
Advertisement

Oleh: Ahmad (Aktivis IMM Makassar Timur)

PEDULIRAKYAT.CO.ID — Setiap tahun lonjatan sarjana maupun lulusan yang hanya berakhir pada tingkat SMA, maupun SMP, SD bahkan yang sama sekali tidak menyentuh dunia pendidikan, terus bertambah menambah angka penganguran dan kejahatan baik pada perkotaan maupun dipedesaan.

Advertisement

Akhir-akhir ini Pemuda setiap tahun lahir dalam tempramen yang berkepanjangan, dimana setelah menyelesaikan dunia pendidikan sama sekali ia tidak merasa punya peran dalam sebuah peradaban. Besar pengharapannya kepada pemerintah atas apapun syaratnya ia relakan demi mendapatkan pekerjaan, mereka tidaklah di didik sebagai pemberi solusi atas pembangunan dan kemajuan suatu bangsa.

Melirik sedikit dari visi misi pemerintah “Terwujudnya Indonesia Maju yang Berdaulat, mandiri dan Berkepribadian Berdasarkan Gotong Royong” sebagai tamparan tersendiri bagi saya setelah melihat problematika kebangsaan menjadi tanda tanya tersendiri!.

Bagaimna mewujudkan Indonesia maju dan berdaulat, sedangkan pada pemuda dan rakyatnya tidak diberikan jatah yang benar dalam kesempatan untuk ambil peran pembangunan.

Mandiri dan berkepribadian berdasarkan gotong royong, kata ini adalah bentuk tanda tanya besar dimana kemandirian dan gotong royongnya?. Padahal hampir setiap halnya adalah hasil impor, padahal setiap kelompok dibuat saling menyalahkan.

Kesempatan untuk para pemuda bisa bekerja dinegeri sendiri sangat kecil kemungkinannya, tetapi hari ini saya sedang terpesona setelah melewati setiap persimpangan jalanan. Pemuda sudah mulai mendapatkan pekerjaan, preman lorong keluar demikian juga ambil jata lowongan kerja dipersimpangan jalan, mereka saling gotong royong memberi jata kerja.

Pendapatan perharinyapun cukup banyak, tapi blom kalah sihh pendapatan bapak berseragam, dipersimpangan jalan juga hampir tidak ada jadwal khususnya untuk masuk kerja dan pulang untuk beristirahat> Mereka bebas mau masuk kapan saja dan pulang kapan saja, mereka merdeka atas kehendaknya. Bahkan soal pakaian tak ada aturan, yang jelas bisa mengatur lalu lintas aman, pasti diterima kerja.

Sampai hari ini saya melihat masih ada persimpangan jalanan yang kosong dan pemuda yang ngangur. Mungkin tepat sekali untuk masuk kerja mulai kapan saja sampai hari ini, LOWONGAN KERJA DIPERSIMPANGAN JALANAN masih terimah karyawan.

Advertisement

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here