PEDULIRAKYAT.CO.ID, LAMONGAN – Kwartir Daerah Hizbul Wathan Lamongan menggelar Diklat Anggota Dewan Sugli Daerah (DSD) Kabupaten Lamongan 2021, Selasa 9 Maret 2021.

Mengingat pelaksanaan Diklat ini masih dalam pandemi Covid-19, maka Diklat ini pun dilakukan dengan menggunakan aplikasi Zoom yang belakangan naik daun.

Dengan demikian, Diklat tetap bisa dilaksanakan tanpa harus bertatap muka. Adapun materi diklat sesi 1 ini “Gerak dan Fungsi Dewan Sugli” dengan pemateri Ramanda Mochammad Bazzar Marzuqie (Ketua Kwartir Pusat HW Bidang pengembangan dan Pembinaan Organisasi Periode 16/2021).

Anggota PPO Bagian DSD, M. Muchsin mengatakan mestinya Diklat Anggota DSD ini dilakukan secara offline, namun karena kondisi pandemi Covid-19 sehingga Diklat dilakukan secara online. Hal ini, kata dia sebagai wujud untuk pencegahan penyebaran virus Corona.

“Meskipun dilakukan secara daring tapi kami berharap diklat ini tidak mengurangi esensi Diklatnya untuk memberi pemahaman tentang ilmu Dewan Sughli,” bebernya.

Ia menyampaikan, Diklat virtual anggota Dewan Sugli Daerah (disingkat DSD) Lamongan merupakan satu dari sekian banyak cara untuk mengakomodir calon-calon pemimpin pandu Hizbul Wathan khususnya di daerah Lamongan. Regenerasi pemimpin dalam persyarikatan Muhammadiyah pada umumnya banyak dihadirkan dari kader-kader pandu Hizbul Wathan. Sebagai pendidikan non formal yang menekankan pada pendidikan karakter pandu.

“Hal inilah sehingga Dewan Sugli menjadi generasi yang harus siap melaksanakan wasiat para pandu terdahulu sebelum Hizbul Wathan ini dilebur pada tahun 1966 silam. Wasiat tersebut masih belum seutuhnya diterima, sehingga proses penyampaian pesan melalui kegiatan-kegiatan diklat baik itu virtual maupun secara langsung di lapangan adalah mutlak, serta anggota DSD harus berani menerima kemudian melaksanakan tugas dan fungsinya, satu tugas dan fungsi tersebut adalah sebagai perangkat kwartir yang siap sedia belajar memimpin bersama Kwartir Daerah Lamongan,” tambah Muchsin yang juga ketua JATAM Lamongan.

“Kami berinisiatif untuk tetap melaksanakan Diklat ini meski secara daring, karena mengingat bahwa kaderisasi adalah salah satu hal utama dalam keberlangsungan suatu roda organisasi,” ungkapnya.

Di samping itu, peserta diklat Anggota DSD, Devia Oktaviana Siswa SMKM 9 Brondong senang bisa mengikuti Diklat ini.

“Kebetulan saya sangat suka dengan kepanduan Hizbul Wathan, sehingga ingin lebih mendalaminya dengan ikut Diklat Anggota DSD ini,”katanya. (Prel Saputro/RedaksiPeduli).

Stay connect With Us :