PEDULIRAKYAT.CO.ID, JAKARTA — Ketua Umum (Ketum) DPP KNPI Tantan Taufiq Lubis Mengkritik Kebijakan Universitas Indonesia Yang Mengundang Profesor Pro Zionis Israel Peter Berkowizt pada acara PSAU Pasca Sarjana di Kampus Universitas Indonesia pada 23 Agustus 2025.

UI kurang cermat dalam memeriksa latar belakang pembicara yang mereka undang, background check tidak dilakukan secara seksama, mendalam dan komprehensif untuk figur yang sensitif. Harusnya UI sebagai institusi akademis bersikap lebih intelektual dan penuh kehati hati-an.

“Seperti kita ketahui Prof Dr. Peter Berkowitz merupakan ilmuwan politik dan hukum yang memiliki jejak akademik kuat serta pengalaman kebijakan publik di tingkat tinggi. Ia menunjukkan dukungan yang jelas terhadap Israel, terutama dengan Keberaniannya membela Israel atas kritik internasional melalui analisis terhadap hukum perang. Kemudian Pandangannya yang menyoroti hubungan alami antara AS dan Israel sebagai fondasi ideologis dan historis. Lalu Pernyataan tegas yang menyebut Israel sebagai “satu-satunya negara demokrasi” di wilayah timur tengah yang membutuhkan dukungan kuat dari Amerika,” ujar Tantan Taufiq yang juga Wakil Rektor Universitas Jakarta.

Lanjut Tantan Taufiq, bahwa Latar Belakang Akademik & Karier Dr. Peter Berkowitz saat ini menjabat sebagai Tad and Dianne Taube Senior Fellow di Hoover Institution, Stanford University. Ia memperoleh gelar B.A. dalam Sastra Inggris dari Swarthmore College, M.A. dalam Filsafat dari Hebrew University of Jerusalem, serta Ph.D. dan J.D. dari Yale University. Sebelumnya ia mengajar filsafat politik, termasuk di Harvard University (1990–1999) dan George Mason University School of Law (1999–2006).

Peran dalam Pemerintahan AS Dari 2019 hingga 2021, ia menjabat sebagai Director of Policy Planning di Departemen Luar Negeri Amerika Serikat pada masa pemerintahan Presiden Trump. Ia juga aktif sebagai kolumnis di RealClear Politics dan anggota American Academy of Arts and Letters.

Ia adalah penulis beberapa buku penting, antara lain seperti Nietzsche: The Ethics of an Immoralist (Harvard University Press, 1995). Virtue and the Making of Modern Liberalism (Princeton University Press, 1999). Constitutional Conservatism: Liberty, Self-Government, and Political Moderation (Hoover Institution Press, 2013) dan Israel and the Struggle over the International Laws of War (Hoover Institution Press, 2012).

Dukungan dan Sikap Terhadap Israel termaktub jelas dalam Buku tentang Israel dan Hukum Perang Internasional
Dalam Israel and the Struggle over the International Laws of War, Berkowitz mengkritisi laporan Goldstone dan kontroversi flotilla Gaza dengan menyorot argumen hukum yang menurutnya “lemah hingga tidak dapat dibenarkan.”

Ia menyatakan bahwa kritik semacam itu patut diluruskan agar hukum perang internasional yang sah tidak disalahgunakan sebagai senjata politik (“lawfare”). Ia menegaskan bahwa ia tidak menolak hukum internasional, melainkan membela prinsipnya dengan mengoreksi klaim yang cacat.

Tulisan Opini & Esai tentang Hubungan AS–Israel Dalam salah satu esainya di Claremont Review of Books, Berkowitz menjelaskan bagaimana hubungan antara Amerika Serikat dan Israel berakar pada prinsip, pengalaman, dan pandangan sejarah yang sama, serta penolakan terhadap thesis “Israel lobby” yang dikemukakan oleh Mearsheimer dan Walt. Ia mendukung gagasan bahwa hubungan ini bukan hasil tekanan lobi, melainkan benih persekutuan ideologis dan strategis yang mendalam.

Pandangan Publik tentang Politik Pertahanan dan Hubungan AS–Israel
Dalam sebuah wawancara (via video), Berkowitz menyatakan bahwa Amerika Serikat. “berkewajiban mendukung Israel sebagai satu-satunya demokrasi penegak hak di Timur Tengah melawan kekuatan barbarisme”.

“Kami DPP KNPI tidak ragu dengan Dukungan UI kepada Palestina yang sudah disampaikan langsung oleh Rektor UI Prof Heri kepada Duta Besar Palestina saat berkunjung ke kampus pada 17 Januari 2025. Tapi dengan adanya Anasir UI lain yang bergerak sendiri tanpa memperhatikan aspek sensitifitas soal palestina dan israel, ini kemudian akan mereduksi peran peran Rektor UI yang sudah tepat dan membanggakan ini,” kata Tantan Taufiq dalam keterangannya, Senin (25/8/2025).

“Ke depan tentunya jangan ada lagi institusi pendidikan di Indonesia yang mengundang akademisi cacat moral pro genocide dan kolonialism israel seperti Peter Berkowizt untuk mengisi acara krusial di panggung panggung akademik. Sungguh kejadian ini mengusik akal sehat dan nurani kita sebagai manusia,” tutupnya Tolub sapaan akrabnya Tantan Taufiq itu.

Stay connect With Us :