PEDULIRAKYAT.CO.ID, BANTAENG — Kasus kecelakaan kerja kembali menimpa, seorang karyawan di perusahaan Smelter milik PT Huadi Nickel Alloy (HNA) Bantaeng, yang terletak di Desa Papan Loe, Kecamatan Pajukukang Kabupaten. Mengalami kecelakaan saat melakukan pembakaran.

Korban kecelakaan tersebut, atas nama Haerul Amri (26) Warga Borong Kalukua Keluruhan Tanah Loe Kecamatan Gantarangkeke Kabupaten Bantaeng.

Haerul Amri, mengatakan bahwa kejadian itu bermula saat sedang melakukan aktivitas pembakaran dilantai dua pada kawasan perusahaan PT. Huadi Nickel Alloy Bantaeng.

“Namun, berselang beberapa jam kemudian, sekitar pukul 11:12 WITA Jumat, (27/05/2022). Api mulai membesar secara tiba-tiba dan langsung tersiur dimuka saya dan leher serta tangan saya,” kata Haerul.

Lanjut, ia menyampaikan bahwa, pada saat kejadian itu, ia hanya sendiri di atas menjelang waktu sholat Jumat.

“Karena tadinya saya mau siap-siap pergi sholat Jumat. Tapi api tiba-tiba membesar dan langsung tersiur kemuka saya dan leher serta tangan jari saya, bagian belakang juga terbakar,” tambahnya.

Lebih lanjut, disampaikan bahwa seluruh pakaian yang tergantung di area pembakaran ikut terbakar. Sehingga api semakin membesar, tapi tetap berusaha menyelamatkan diri.

“Sehingga kami pun langsung bergegas turun kebawah dari lantai dua ke bawah dan membuka pakaian saya yang tersiur api dari pembakaran tersebut. Setelah, itu kami langsung dibawah klinik perusahaan ini. Untuk perawatan medis. Akibat kejadian itu, kami mengalami luka bakar bagian leher, muka dan jari tangan serta bagian belakang,” jelasnya.

Terakhir ia menambahkan, bahwa mengenai kompensasi pasca mengalami kecelakaan kerja, di perusahaan ini belum ada sampai hari ini.

“Kami hanya sebatas disuruh datang ke klinik perusahaan tersebut, untuk kontrol setiap tiga hari. Tapi tangan saya membengkak bahkan ada yang keluar nanah di bagian jari tangan saya bahkan terasa sangat sakit,” ujarnya.

Kompensasi ini, dia maksud adalah biaya pemeriksaan di luar dari klinik perusahaan itu dan lain-lainnya.

“Agar kami bisa cepat pulih dari luka bakar tersebut, dan semoga dengan kejadian yang kami alami ini, pihak perusahaan dapat memperhatikan kami dalam kondisi seperti ini,” harapnya.

Sementara itu, saat pedulirakyat.co.id konfirmasi kepada Muh. Sukri, S.H selaku Pengawas Ketenagakerjaan Disnakertrans Provinsi Sulawesi Selatan untuk UPT. Wilayah IV. Yang meliputi wilayah kerja (Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Selayar).

Muh. Sukri, menyampaikan bahwa terkait kejadian tersebut, maka pihak Disnakertrans akan turun hari ini melakukan Investigasi.

“Terkait investigasi, kami akan mencari tahu apa penyebabnya, bagaimana itu terjadi, bagaimana dengan ketersediaan APD, dan bagaimana pemahaman pekerja terhadap tugas-tugas yang diberikan padanya. Dan hal-hal lain yg nanti akan kami kembangkan di lapangan, termasuk diantaranya, bagaimana penanganan medis atas korban,” jelas Sukri, saat dikonfirmasi pedulirakyat.co.id, Kamis (2/6/2022).

“Dari hasil investigasi tersebut, kata Sukri,  sehinga menjadi bahan analisa kami untuk langkah selanjutnya. Terkait jamnya, untuk kamu turun hari ini investigasi, kami akan menyesuaikan dengan agenda lainnya hari ini. Namun kami usahakan sebelum duhur sudah mulai melakukan investigasi,” tambahnya.

Adapun, pedulirakyat.co.id telah berupaya mengkonfirmasi hal tersebut kepada pihak Manajemen PT Huady Nickel Alloy dalam hal ini HDR. Namun belum ada jawaban, meskipun WA HRD itu terlihat ceklis 2 sehinga berita ini diterbitkan.

Juga diketahui, bahwa kejadian kecelakaan Kerja diperusahaan ini, sering terjadi di beberapa pekan terakhir ini. Bahkan berulang-ulang, sehinga karyawan meminta kepada Polres Bantaeng agar tidak diam, bagaimana kata mereka Polres ikut andil untuk memantau kepastian keamanan karyawan tersebut.

Stay connect With Us :