PEDULIRAKYAT.CO.ID, DUMOGA BARAT — Beberapa hari ini masyarakat pengguna BBM jenis solar diresahkan oleh oknum pegawai pertamina Kosio. Pasalnya masyarakat yang memiliki mobil dengan penggunaan BBM jenis solar selalu tidak mendapatkan bagian.

Padahal pemerintah sejak awal bulan september kemarin telah mengeluarkan aturan terkait pengisian BBM harus menunjukan barcode yang didapatkan saat mendaftar di webside mypertamina yang telah disesuaikan dengan nomor polisi kendaraan.

Yang mengherankan bagi masyarakat adalah, kenapa mereka yang telah memiliki barcode selalu tidak mendapatkan bagian BBM dengan alasan barcodenya telah digunakan, padahal si pengguna belum menggunakannya.

“Kami sudah mengantri berjam-jam dan karena kelalaian karyawan yang kurang teliti, karena hanya menerima nomor polisi langsung di kasih solar. Sementara itu adalah nomor polisi kendaraan lain, dan ini sangat merugikan kami sebagai pengguna yang memiliki nomor polisi asli,”  tegasnya salah satu warga Dumoga Barat yang tidak mau disebutkan namanya.

Lanjut dia, bahwa kejadian ini tentunya disebabkan oleh kendaraan yang tidak memiliki nomor polisi, namun oknum pegawai pertamina tetap memberikan dan membolehkan mengisi BBM. Jangan-jangan nomor polisi kendaraan lain digunakan oleh pihak pertamina untuk mengisi kendaraan si tengkulak BBM.

“Banyak mobil yang ikut antrian tetapi tidak memiliki nomor polisi. Kami mencurigai nomor kendaraan kami digunakan untuk mengisi kendaraan lain,” ujarnya sesuai keterangan rilisnya, Rabu (19/10/2022).

“Maka kami tegaskan kepada pihak pertamina dan kepolisian dalam hal ini adah sektor Dumoga Barat agar bersikap tegas dalam menyikapi kasus ini tersebut,” tutupnya.

Selain itu, redaksi pedulirakyat.co.id berusaha konfirmasi kepada pihak Pertamina Kasio, namun tidak berhasil sehingga berita ini diterbitkan.

Stay connect With Us :