PEDULIRAKYAT.CO.ID, PANGKEP — Seorang pasien Puskesmas Pulau Sapuka, Liukang Tangngaya Kabupaten Pangkep akhirnya meninggal dunia, setelah berjam-jam menempuh perjalanan laut menuju Kota Makassar dengan menggunakan Kapal Perintis Pangkep, Selasa (10/1/2023) kemarin.
Kader Partai Gerindra Pangkep akhirnya angkat bicara, ia menyampaikan bahwa pasien itu menggunakan tabung oksigen bengkel dan tanpa Pelayanan Dokter di Puskesmas. Akhirnya warga Sapuka meninggal dunia, pasien tersebut l bernama Rusli (40) dan menderita penyakit asma serta berasal dari Kelurahan (Pulau) Sapuka, Kecamatan Liukang Tangngaya, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Sulawesi Selatan.
“Janji kampanye seolah-olah hanya pemanis saja lupa janji Program HOME CARE. Padahal layanan kesehatan merupakan faktor penting dalam mengatasi kemiskinan. Jika rakyat sehat, produktifitas kerja akan mmeningkat, maka kesejahteraan juga meningkat,” tegas Andi Darwin sesuai dalam keterangan rilisnya.
Sementara itu, keluarga almarhum menjelaskan, bahwa mebelum meninggal, almarhum sempat dibawa ke Puskesmas Pulau Sapuka yang ada di Liukang Tangngaya. Namun beberapa hari almarhum di Puskesmas Sapuka tak satupun dokter yang dijumpai bertugas disana, dan peralatan medis seperti tabung oksigen juga tidak tersedia. Sehingga almarhum terpaksa diberikan tabung oksigen milik warga sekitar yang biasanya digunakan di bengkel untuk digunakan oleh almarhum sebelum meninggal dunia.
“Di Puskesmas Sapuka hanya ada seorang Bidan, tidak ada dokter, kepala Puskesmas pun tidak pernah ada selama almarhum disana, tabung oksigen tidak ada,” jelas keluarga almarhum sebagaimana dikutip dari Pesan Group WhatsApp Liukang Tangngaya, Selasa (10/1/2023).
Selain itu, redaksi pedulirakyat.co.id konfirmasi langsung kepada H. Muhammad Yusran Lalogau, S.Pi., M.Si. (Bupati Pangkep), ia menyampaikan, bahwa seharusnya warga mencari tahu dulu kronologisnya baru berkomentar.
“Karena terkait kronologis kematian almarhum, bahwa sebenarnya almarhum tetap mau dirawat. Namun keluarganya sendiri bertanda tangan untuk mengeluarkan karena katanya mau dirujuk ke Makassar. Kalau pihak dari kami, dalam hal petugas Puskesmas belum memberikan izin, tapi keluarga almarhum tetap bersih keras akhirnya diberikan dan disuruh bertanda tangan pak,” jelas Yusran kepada redaksi pedulirakyat.co.id, Rabu (11/1/2022).
Lanjut Yusran, bahwa terkait Program HOME CARE, yang dianggap hanya janji, itu tidak benar. Dan sudah berjalan selama ini, karena ada alur penanganan pasien. Kalaupun pasien di rawat di rumah dan alat memenuhi maka pasien itu tetap di rawat di rumah. Tapi kalau pasien di rawat di rumah, dan alat tidak memenuhi, maka pasien diharuskan dibawa ke Puskesmas, dan kalau di Puskesmas tidak bisa menangani maka dirujuk lagi ke RSUD Setempat.
“Kami harap agar warga tetap mempertanyakan terlebihdaulu sebelum berkomentar di media. Soal almarhum yang menggunakan tabung oksigen bengkel, itukan keluarga almarhum sendiri yang pasang tanpa sepengetahuan tim medis pak. Jadi sebenarnya itu sudah di luar kendali pihak kami pak,” tutupnya.


Tinggalkan Balasan