PEDULIRAKYAT.CO.ID, GOWA — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Gowa Raya (Cagora) gelar aksi demonstrasi buntut kejadian pelecehan dan pemerkosaan siswi SMA 17 tahun di Kabupaten Gowa, berlangsung di dua titik, Batas Kota Gowa-Makassar dan Mapolres Gowa, Senin (06/11/2023).

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk pengecaman kepada Kapolres Gowa agar supremasi hukum tetap ditegakkan.

Ketua Umum HMI Cagora Nawir mengatakan kasus tersebut harus di usut tuntas dan juga terbuka ke publik.

“Hal ini masih menyisakan banyak pertanyaan terkait keterangan yang muncul mengenai kasus tersebut, seperti halnya adanya pengakuan korban bahwa ada anggota polres Gowa yang memberikan uang tutup mulut kepada korban sebelum di pulangkan,” ungkapnya.

“Artinya, perlu didalami terkait adanya dugaan terdapat pelaku lain selain dari Bantuan Polisi (Banpol) yang telah di amankan pihak reskrim tersebut,” tambahnya.

Selain itu salah satu massa aksi HMI Cagora Syahrul Mubarak mengungkapkan kisruh yang terjadi di Kab Gowa bukan hanya kasus tentang pemerkosaan akan tetapi masih banyak hal lain seperti tambang ilegal, adanya Mafia BBM.

“Bukan hanya kasus (pemerkosaan) tersebut, banyak aduan masyarakat seperti pungli yang terjadi diwilayah hukum polres Gowa, tambang yang tidak mengantongi IUP, terdapat banyak Mafia BBM,” ungkpanya.

Saat aksi unjuk rasa berlangsung Ketua Umum HMI Cagora Nawir lantang menyuarakan agar kiranya Kapolda Sulsel dan Kapolri segera mengevaluasi jajaran Polres Gowa.

“Banyaknya peristiwa yang diduga melibatkan oknum anggota Polres Gowa, sehingga kami mendesak Kapolda dan Kapolri untuk mencopot Kapolres Gowa,” ujarnya.

Lanjut ia menegaskan apabila aspirasi yang dibawa tidak diatensi maka HMI Cagora akan turun kembali melakukan aksi demonstrasi dengan jumlah massa yang lebih besar,” tegas Ketua Umum HMI Cagora.

Stay connect With Us :