PEDULIRAKYAT.CO.ID, JAKARTA — Tobacco Control Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (TC ASPEKSINDO) menghadiri Seminar Nasional tentang Implikasi Yuridis Pengaturan Iklan Rokok di Internet Terhadap Tanggung Jawab Negara Dalam Perlindungan Anak Dari Zat Adiktif Rokok.
Seminar ini dilaksanakan pada 05 Januari 2024 yang diselenggarakan Oleh Raya Indonesia yang berkolaborasi dengan Fakultas Hukum Universitas Krisnadwipayana dan Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia (LED FEB UI).
Kehadiran Tim TC Aspeksindo adalah sebagai bagian dari dukungan terhadap pengendalian tembakau di Indonesia. Direktur Eksekutif Aspeksindo Dr. Andi Fajar Asti, M.Pd., M.Sc memberikan Apresiasi kepada Raya Indonesia yang telah berhasil merampungkan hasil penelitiannya yang menjadi sumbangsih pikiran terhadap pencegahan dan pengendalian tembakau di Indonesia.
“Kami mengapresiasi kepada Raya Indonesia karena telah menyampaikan hasil penelitian berkaitan dengan pengaturan iklan rokok terhadap anak. Ini penting karena para industri rokok diduga mengarahkan fokusnya terhadap generasi muda,” ucap Andi Fajar.
Andi Fajar juga meminta kepada Kemenkominfo RI agar memberikan perhatian yang prioritas untuk mencegah adanya iklan rokok yang ada di internet.
“Saya mengikuti via zoom ada tim saya yang hadir langsung. Saya juga berharap Kominfo harus tegas dan berkomitmen untuk bisa mencegah atau men-take down iklan rokok di internet. Ini adalah bentuk ibadah luar biasa karena sudah berkomitmen untuk menyelamatkan generasi muda Indonesia,” lanjut Fajar.
Dekan Fakultas Hukum Universitas Krisnadwipayana Prof. Dr. H. Abdul Latief, S.H., M. Hum memandang pentingnya seminar ini untuk diadakan di kampus-kampus.
“Seminar ini sangat bagus dan kita perlu mempersiapkan generasi yang sehat untuk Indonesia ke depan,” ucap Prof. Abdul Latif ketika memberikan tanggapan terhadap hasil riset.
Diketahui iklan rokok di Indonesia sudah marak terjadi dan perlu adanya tindakan untuk mengatasinya. Ketua Tim Kerja Pengendalian Penyakit Akibat Tembakau Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Benget Saragih, M.Epid juga mengapresiasi hasol risey oleh tim Raya Indonesia. Menurutnya rokok yang terus dilakukan karena memiliki berbagai pengaruh
“Prevalensi merokok meningkat karena beberapa hal, Pertama, engaruh Teman sebaya, kedua, pengaruh orang tua, ketiga belum ada larangan penjualan rokok batangan, keempat, Paparan Iklan. Ucap Benget Saragih
“Kami sudah Mendorong Kominfo take down, dan semoga ada regulasi yang bosa digunakan oleh mereka untuk men-take Down iklan rokok,” tambahnya Benget Saragih.
Sejalan dengan itu Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Dr. Jasra Putra, Fil.I., M.Pd pun berpandangan Iklan Rokok Indonesia semakin hari semakin meningkat dan secara nyata sepertinya menyasar ke anak-anak
“Penelitian ini sangat menarik, karena menunjukkan iklan yang sangat mudah dan murah menyasar ke anak-anak kita. Dan ini bukan cerita lama, produk ini bertahan karena masyarakat masih terus membelinya,” ucap Dr. Jasra Putra.
Kegiatan seminar ini dihadiri oleh Dosen dan Mahasiswa FH Universitas Krisnadwipayana dan beberapa jaringan TC diantaranya Adinkes, Rumah Mediasi Indonesia, CHED ITB Ahmad Dahlan dan TCSC IAKMI.


Tinggalkan Balasan