PEDULIRAKYAT.CO.ID, GORONTALO — Fakultas Sains Teknologi Universitas Muhammadiyah Gorontalo ( FST UMGO) melaksanakan Penandatanganan Perjanjian kerja sama dengan Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia ( PINSAR) di Gedung LPPM UMGO, Jumat (5/11/2021).
Hadir dalam Kegiatan tersebut Rektor UMGO Prof.Dr. Abd. Kadim Masaong, Wakil Rektor 2 Dr. Salahudin Pakaya, Wakil Rektor 3 Dr. Apris Ara Tilome , Dekan FST Dr.Talha Dangkua, M.Pd, Ketua BUMK Ir.Denny Latama, MM, Kaprodi Peternakan Dr.Moh. Ervandi,MP, Kaprodi Agribisnis Dr. Meity Melani Mokoginta, M.Si, Ketua PINSAR Gorontalo H. Suyuti dan Puluhan Komunitas Peternak ayam petelur yang tergabung dalam PINSAR.
Rektor UMGO Prof. Dr. Abd. Kadim Masaong selaku Rektor UMGO menyampaikan terima kasih atas kedatangan di kampus UMGO.
“Saya ini Peternak yang jadi Rektor, jadi punya pengalaman pelihara ayam, dan sebagai akademisi bisa memadukan antara teori dan praktek. Jadi sebagai peternak kita yang seharusnya menentukan harga bukan pasar, karena kita yang kuasai produksi asal kita solid mematangkan konsolidasi baik kedalam maupun keluar,” tegasnya.
Lanjut Prof. Kadim ketika harga telur murah karena ada permainan pasar oleh Pengusaha besar maka kita harus solid untuk agar kita yang bisa atur pasar, dan berharap dukungan pemerintah dan DPRD agar berpihak ke Masyarakat dengan tidak mendatangkan telur dari luar daerah.
“Kami berharap sesama peternak harus saling membantu, peternak yang punya modal besar, harus bantu peternak yang modalnya sedikit, agar kita sama- sama sukses, jadi kuncinya, harus solid,” tambahnya.
H.Suyuti Selaku ketua PINSAR menyampaikan terima kasih kepada UMGO,karena mengajak kita untuk saling mengingatkan untuk kepentingan bersama.
“Alhamdulillah saya udah 2 tahun jadi ketua PINSAR, banyak teman- teman peternak kalau sudah berada di zona nyaman terkadang melupakan teman yang baru memulai jadi peternak.jadi PINSAR berdiri tujuannya agar saling support sesama peternak,” ucapnya, sesuai keterangannya, Minggu (7/11/2021).
Dalam acara terjadi dialog tentang permasalahan harga telur,dimana harga telur semakin murah,namun biaya produksi mahal, karena ada yang diduga pengusaha besar yang memainkan harga telur dipasaran. Diskusi dan permasalahan telur akan ditindaklanjuti dengan menghadirkan dari unsur pemerintah, DPRD, Perbankan dan pakar ekonomi agar kepentingan masyarakat khususnya peternak ayam petelur bisa disalurkan dan bisa sejahtera.PINSAR yang akan konsilidasikan keseluruh pengurus untuk hadir pertemuan selanjutnya, demi kepentingan bersama.


Tinggalkan Balasan