Berita

Empat Kata Kunci Yang Dapat Terjadinya Reshuffle Kabinet Jokowi

53
0

PEDULIRAKYAT.CO.ID — Mengulik dan menyikapi hal adanya bergulirnya isu resuffle menteri. Sejak presiden Jokowi mengelar sidang paripurna kabinet kerja di istana kepresidenan, Kamis (18/06/2020) lalu. Dan setelah itu banyak mendapatkan sorotan oleh kalangan publik. Yakni dari mulai kalangan klas politikus, pengamat hingga praktisi akademisi. Hingga menjadikan isu bola liar dan spekulasi ditengah-tengah ruang publik media maupun masyarakat.

Dari hal ini tentunya menjadi kegelisahan tersendiri bagi para menteri kabinet kepresidenan. Khususnya bagi menteri yang dipandang dan merasa tidak ada real progres kinerjanya. Serta yang tidak selaras dan sejalan atas apa yang diharapkan presiden.

Padahal, jika kita cermati dan dikaji lebih mendalam; positif. Pada dasarnya guliran isu resuffle kabinet merupakan hal wajar dan biasa saja. Dan seharusnya disikapi sebagai pemicu semangat dan bahan motivasi untuk para menteri dalam progres etos maupun loyalitas kerjanya lebih baik dan nyata.

Dan ini, agar apa yang diharapkan presiden untuk kepentingan urusan masyarakat ditengah-tengah masa pandemi Covid dapat terpenuhi, berjalan baik, sinergi, serta dirasakan nyata langsung oleh masyarakat itu sendiri.
Disamping itu, krisis perekonomian dapat pulih kembali.

Ada empat hal kata kunci perspektif sebagai dasar catatan tersendiri, dan sekaligus sebagai warning (peringatan) atas apa yang disampaikan presiden bagi para menterinya, yakni:

1. Pemulihan perekonomian disaat situasi krisis
2. Penyerapan anggaran secara terukur dan ke siap siagaan dalam percepatan, penanggulangan dan Penanganan covid-19 secara konsisten dan real akurasi datanya
3. Percepatan pendistribusian bantuan kepada masyarakat terdampak covid-19
4. Pemulihan stabilitas kondisi menuju new normal dengan penerapan kebijakan protokol kesehatan secara disiplin dan prosedural
Adapun dari ke-4 kata kunci tidak dapat diterapkan dan tidak dioenuhi. Tentunya resuffle kabinet bakal terjadi.
.Doc.arsip artikel lepas oleh MT Mudjaki/Jurnalis.

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here