PEDULIRAKYAT.CO.ID, MATARAM — Ditengah kemajuan dan percepatan informasi hari ini, menimbulkan berbagai gejolak sosial dari beragam interaksi antar individu, kelompok melalui media sosial, Televisi, dan koran, akibatnya informasi apapun tidak terbatas di era dimana siapa saja bisa menulis, menyampaikan pesan kepada publik dengan berbagai perspektif dan respon atas informasi yang tersalurkan.

“Kemajuan ini tidak membuat kita abai pada nilai-nilai dasar Ke-Islaman dan kemanusiaan kita, menjadi komunikator yang baik harus mencerahkan, berkata yang baik serta menghargai setiap perbedaan, Adakah komunikator yang terbaik selain Nabi Muhammad SAW seorang negosiator yang handal dalam sejarah peradaban Manusia yang menampilkan diri sebagai teladan dalam ucapan maupun tindakannya,” jelasnya sesuai disampaikan pada acara Darul Arqam Madiya Nasional yang diselenggarakan oleh IMM Cabang Kota Mataram, Rabu, 14/7/21.

Lebih lanjut Doktor Najam menjelaskan, bahwa Rasulullah Muhammad SAW Manusia pilihan, kepribadian yang komplit terdapat pada setiap ucapan dan tindakan.

“Muhammad SAW adalah sosok yang sempurna, menjadi teladan bagi umat manusia, baik dalam komunikasi maupun hal negosiasi, Nabi Muhammad SAW menjadi tokoh berpengaruh sepanjang sejarah peradaban manusia,” tegasnya.

Menurutnya tidak ada satu teori hari ini yang hadir dengan ketokohannya baik dalam ucapan maupun tindakan, dan banyak di antara kita mengidolakan teori-teori liberal, sekular yang tidak sesuai dengan konsep ke Imanan dalam Islam baik dalam komunikasi maupun menjadi negosiator.

“Diskursus kita pada perspektif ini perlu di luruskan, bahwa dalam sejarah peradaban kita ada upaya menghilangkan jejak-jejak kebesaran Islam dan keberhasilan Muhammad SAW dalam membangun peradaban, orang barat menghadirkan fiksi-fiksi dengan menampilkan tokoh-tokoh superhero akibat ketidak mampuannya memahami Islam, dan cara ini sebagai upaya pembodohan kepda generasi Islam,” ungkapnya.

Dalam komunikasi dan negosiasi, banyak pemikir menawarkan berbagai teori hasil riset dan analisisnya terhadap berbagai problem sosial, namun tidak bisa menghadirkan satu konstruksi sosial sebagaimana Nabi Muhammad SAW membangkitkan peradaban dunia.

Lebih lanjut, Mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah kabupaten Sumbawa Bang Najam sapaan akrabnya menjelaskan pentingnya konsep Komunikasi dan negosiasi dalam membangun organisasi, dan belajarlah pada tokoh-tokoh islam yang telah menorehkan karya, inovasi dan membangun berbagai fasilitas yang telah di nikmati oleh banyak orang.

“Muhammadiyah contohnya, besar dan bertahan sampai hari ini, karena kehadiran sosok K.H Ahmad Dahlan sebagai sosok yang ditokohkan, sekaligus memiliki kepribadian yang baik, baik dalam mengkomunikasikan Islam dan berdirinya Muhammadiyah sebagai organisasi Bil Hal (sedikit bicara banyak berbuat), dengan mengahadai berbagai tantangan, K.H Ahmad Dahlan (Muhammad Darwis) mendirikan muhammadiyah dengan semangat surah Al-Ma’un sebagai landasannya,” jelasnya.

Dalam Komunikasi dan negosiasi, satu konsep yang dapat di ambil dari ketokohan K.H Ahmad Dahlan adalah tentang Komitmen antara ucapan dan tindakan, Muhammadiyah dan islam di bangun dengan konsensus antara kepribadian dengan kemampuan komunikasi dan negosiasi.

“Muhammadiyah di dirikan pada tahun 1912 dengan beragam latar belakang sosial masyarakat yang kompleks, kehadiran K.H Ahmad Dahlan sebagai sosok yang komunikator, Negosiator, mediator, fasilitator, maupun eksekutor sehingga sampai hari ini muhammadiyah menjadi organisasi masyrakat yang menjadi rumah bersama umat islam bahkan umat agama lain. Maka belajarlah pada K.H. Ahmad Dahlan yang terinspirasi dari Kepribadian Rasulullah Muhammad SAW dalam waktu yang sangat singkat membangun peradaban Islam saat di madinah,” ujarnya.

Muhammadiyah hadir dalam kondisi dimana pendidikan terbelakang, kemiskinan dan semangat pembaharuan yang ada pada tekad dan semangat dalam Al-Qur’an, tepatnya di Kampung Kauman, K.H Ahmad Dahlan mendirikan muhammadiyah, meski banyak pertentangan saat itu.

“Jika ingin menjadi komunikator yang baik, negosiator, fasilitator maupun eksekutor yg handal maka belajarlah pada Rasulullah Muhammad SAW, juga pada K.H. Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah, yang sudah banyak membangun sekolah, Pesantren, Kampus, rumah sakit, Panti asuhan, baitul Mall, Masjid dan lain-lain yang tersebar di seluruh Indonesia bahkan sudah sampai ke luar negeri,” tambahnya.

Selain itu, Kepala Dinas Kominfotik NTB Dr. Najamuddin Amy, S.Sos.,M.M menjelaskan bahwa Peran kader Muhammadiyah adalah menjadikan profil kader sebagai semangat pembebasan atas kondisi sosial kekinian, ditengah kondisi keagamaan, ekonomi dan politik yang semakian jauh dri harapan.

“Kehadiran kader dikancah politik sangat di harapkan untuk memperbaiki berbagai problem yang tengah kita hadapi, hadir dengan kualitas diri yang lahir dari tempaan belajar dan proses kaderisasi yang terus menerus, menjadi kader Muhammadiyah haru menjadi komunikator yang handal, negosiator yang mapan untuk kemaslahatan umat dan bangsa,” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa Ditengah kemajuan hari ini, di era yang serba cepat kader-kader IMM haru mampu menguasai opini publik, mendominasi dengan konten-konten yang produktif, yang mencerahkan, sehingga dakwah virtual kader dapat di organisir dengan baik, dikelola dengan cermat.

“Menjadi komunikator harus selesai dengan diri sendiri, selain itu kader IMM harus mampu berinovasi ditengah kemajuan teknologi, harus kuat dengan referensi dan kaya bacaan agar pesan yang disampaikan dapat mencerahkan orang lain,” tambahnya.

Diketahui, bahwa generasi hari ini, yang ada di Facebook, Instagram, youtube, harus dapat memilah, memilih dan menfilter berbagai informasi yang ada, dijaman ini fitnah dimana-mana dan sebagai kader IMM haru berbeda dengan kader-kader yang lain dalam Komunikasi, juga dalam mengelola informasi.

Stay connect With Us :