PEDULIRAKYAT.CO.ID, JAKARTA — Puluhan dari Aliansi Mahasiswa Pinrang se Jabodetabek melakukan aksi unjuk rasa di gedung KPK Kakarta Pusat, Kamis (22/9/2022) kemarin.
Aksi itu, dipimpin langsung oleh Jendral Lapangan Haedir Ali, ia meminta kepada KPK untuk turun ke daerah wilayah Sulsel tepatnya di Kabupaten Pinrang untuk melakukan pemeriksaan dengan serius terkait Penggunaan APBD TAHUN ANGGARAN 2019,2020,dan 2021.
“Saya kira itu sudah menjadi tugas KPK sesuai amanat konsititusi untuk menindak dan menangkap Kepala Daerah, yang terbukti merugikan negara baik itu di wilayah eksekutif maupun legislatif,” tegas Haedir Ali.
Lanjut dia, bahwa pengalihan pungsi Pasar tradisional berlokasi di bungi menjadi Rumah sakit (madising) juga menjadi tuntutan yang tegas dari aliansi mahasiswa Pinrang se Jabodetabek.
“Kami juga meminta KPK agar memeriksa mantan Bupati Pinrang A. Aslan Patonangi yang menjabat sebagai Bupati Pinrang pada saat pengalihan pasar menjadi rumah sakit, tegas haidir dalam orasinya,” tambahnya.
Selain itu, Rahmat (Kordinator Lapangan) mengungkapkan bahwa sangat disayangkan pemerintah Kabupaten Pinrang di masa A. Aslan Patonangi. Tidak memberikan trasparansi terkait pengalihan pasar menjadi rumah sakit (madising) kepada publik.
“Bahkan kami butuh transparansi terkait penggunaan APBD di masa Bupati Sekarang (A.irwan Hamid), yang kami duga terdapat kejanggalan,” ungkap Rahmat.
“Selanjutnya kami akan melakukan aksi berjilid jilid dengan gelombang massa yang lebih besar. Apabila KPK tidak turun ke kabupaten pinrang melakukan pemeriksaan dengan sungguh-sungguh terhadap Bupati Pinrang terkait APBD 2019, 2020, dan 2021,” tegas Rahmat.
Serta, ia meminta agar mantan Bupati Pinrang A. Aslan Patonangi tekait transparansi anggaran pengalihan fungsi pasar menjadi Rumah sakit (madising). Tutup haidir biasa di sapa gondrong.


Tinggalkan Balasan