PEDULIRAKYAT.CO.ID, WAJO — Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kabupaten Wajo sukses mengadakan pembukaan Darul Arqam Madya (DAM) se-Sulawesi Selatan dengan mengusung tema “Revitalisasi Gerakan Kepemimpinan IMM: Upaya Mencerahkan Peradaban”.

Pembukaan ini, berlangsung di Gedung PGRI Kabupaten Wajo pada tanggal 19 Desember 2022 dan kegiatan ini akan berlangsung selama 6 hari.

Ketua Panitia Umirahayusari yang juga merupakan Ketua Bidang Organisasi PC IMM Wajo menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan Darul Arqam Madya tersebut.

Bahwa, kata Umirahayusari, peserta Darul Arqam Madya diikuti dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan diantaranya dari Enrekang, Sidrap, Palopo, Luwu Timur serta beberapa daerah lainnya.

“Kami berharap pembangunan kampus Muhammadiyah di kabupaten Wajo bisa dibangun secepatnya sehingga kami di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah bisa lebih memasifkan pergerakan ikatan,” ujar Umirahayusari.

Sementara itu, Aidil selaku Ketua Umum PC IMM Kabupaten Wajo mengungkapkan, bahwa kader IMM Wajo terus progres secara intelektual, humanitas terutama spritual DAM ini.

“Kami berharap kader imm wajo terus progres secara intelektual, humanitas terutama spritual DAM ini menjadi ikhtiar untuk membangkitkan dan mendinamisasikan gerakan dalam mencapai tujuan IMM sehingga lahirlah upaya mencerahkan peradaban,” ungkap Ketua Umum PC IMM Wajo dalam sambutannya.

Lanjut Aidil, bahwa terlaksananya DAM ini tidak lepas dari dukungan dari Ayahanda Muhammadiyah dan senior-senior IMM di Wajo ini.

“Sehingga dalam proses DAM ini kami berharap kepada peserta, agar mampu berpikir secara kritis,  dan mengeluarkan terobosan-terobosan terbaru untuk kemajuan IMM,” tambahnya.

Selain itu, Ketua Umum DPD yang pada kesempatan itu diwakili oleh Khalifah (Ketua Bidang Hikmah DPD IMM SULSEL) menyampaikan pesan kepada peserta Darul Arqam Madya.

“Bahwa ketika sudah siap menjadi kader madya artinya harus siap lebih berjuang dalam memajukan organisasi karena sudah naik status nantinya bukanlah kader dasar tapi juga sebagai kader madya, yang harus lebih berkemajuan berilmu,” tegas Khalifah.

Sebelum ditutup pembukaan DAM ini, ketua PDM Kabupaten Wajo hadir memberikan amanah, ia mengatakan bahwa seorang kader bukanlah pada karirnya di organisasi internal Ikatan. Akan tetapi sesuai atau tidaknya kapasitas dan kepribadian dirinya dengan profil kader ikatan yang ditujukkan dengan kontribusinya ke masyarakat melalui berbagai saluran yang sesuai dengan keahliannya.

“Saya berpesan bahwa hidup ini jalan terus, bulan Desember akan berlalu, bulan ramadhan yang beberapa Minggu akan datang. Pada akhirnya akan berlalu begitupun dengan manusia ia akan pergi meninggalkan dunia tapi IMM akan tetap ada dengan tujuan yang sama sepanjang zaman,” tutupnya.

Diketahui, pembukaan tersebut dihadiri oleh Bapak Drs. H. Karjono, M.M selaku Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Kabupaten Wajo yang mewakili Bupati Wajo sekaligus membuka secara resmi Darul Arqam Madya Se-Sulawesi Selatan PC IMM Kabupaten Wajo 2022.

Kemudian, Drs. H. Karjono, M.M beranggapan bahwa IMM Wajo dibawah kepemimpinan Aidil Dwi Ramadhan menjadi lebih aktif karena mampu memanfaatkan setiap moment yang ada dengan mengisi berupa kegiatan-kegiatan sosial.

“Karena kegiatan terakhir yang saya datangi kemarin yaitu kegiatan Kampung Fastabiqul Khaerat dimana kegiatan ini bersifat sosial dan turun langsung dengan masyarakat,” tutupnya.

Stay connect With Us :