Klaten, Pedulirakyat.co.id — Penyanyi muda asal Klaten, Caca Lolita, kembali menancapkan namanya di kancah musik daerah dengan merilis tembang terbaru berjudul “Dadi Guyonan”. Lagu ini bercerita tentang perjuangan cinta yang berakhir dengan kesia-siaan, dibalut lirik berbahasa Jawa yang emosional dan sarat makna.
Tembang “Dadi Guyonan” merupakan karya cipta sekaligus produksi dari Ronald Dewa Hutomo Putro, dengan proses mixing dan mastering digarap oleh Avasan Record. Lagu ini untuk pertama kalinya dipentaskan secara live di panggung Ikan Bakar PRJ, dengan pengiring dari band Cengkarock.
Luka yang Dianggap Lelucon
Lewat lagu ini, Caca Lolita menyuarakan perasaan seseorang yang telah mencintai sepenuh hati, namun tak pernah dianggap layak. Keadaan ekonominya yang sederhana membuat perjuangan cintanya tak dianggap serius—hanya dijadikan bahan guyonan. Tema yang dekat dengan realitas ini dibungkus dalam komposisi yang sederhana namun menghunjam rasa.

Dengan suara merdu dan pembawaan yang tulus, Caca berhasil menyalurkan pesan lagu secara utuh. “Dadi Guyonan” tak hanya menjadi karya seni, tetapi juga cermin dari luka banyak orang.
Lirik Lagu “Dadi Guyonan”
Vokal: Caca Lolita
Penulis & Produser: Ronald Dewa Hutomo Putro
Mix & Mastering: Avasan Record
Pengiring Live: Cengkarock
Verse 1:
Lewat tembang iki nyadarke ati
Yen sliramu ora nresnani
Senajan gede roso tresnoku go koe
Nanging endinge tetep udu pemenange
Verse 2:
Senajan udu pilihanmu
Aku tetep nrimo
Dayane wong ora due
Berjuang mung dadi guyonan
Reff:
Gusti pripun saene
Bertahan nanggung loro
Ameh lungo ora tego
Mergo udu aku seng di karepno
Senajan bendinone aku
Seng kerep ngancani
Duh abote uwong nandang tresno
Verse 3 (Ulang):
Senajan udu pilihanmu
Aku tetep nrimo
Dayane wong ora due
Berjuang mung dadi guyonan
Reff (Ulang):
Gusti pripun saene
Bertahan nanggung loro
Ameh lungo ora tego
Mergo udu aku seng di karepno
Senajan bendinone aku
Seng kerep ngancani
Duh abote uwong nandang tresno
Reff (Ulang Akhir):
Gusti pripun saene
Bertahan nanggung loro
Ameh lungo ora tego
Mergo udu aku seng di karepno
Senajan bendinone aku
Seng kerep ngancani
Duh abote uwong nandang tresno
Penyanyi Muda, Rasa yang Dalam
Caca Lolita, dengan nama asli Anarima Nurmawati, lahir di Klaten, 28 Maret 2004. Meskipun masih belia, Caca telah menunjukkan kedalaman artistik yang kuat dalam setiap karya yang ia bawakan, terutama lagu-lagu berbahasa daerah yang memerlukan penjiwaan dan interpretasi rasa yang tidak sembarangan.
Tembang “Dadi Guyonan” memperlihatkan bahwa Caca tak hanya sekadar menyanyi, tapi juga menyampaikan isi hati banyak orang yang tak bisa bersuara. Caca membawa suara mereka yang cintanya tulus namun tidak dianggap—yang hadir setiap hari, namun tak pernah dipilih.
Lagu Jawa yang Mengena di Hati Generasi Muda
“Dadi Guyonan” menjadi pengingat bahwa musik daerah, khususnya lagu-lagu berbahasa Jawa, tetap memiliki tempat di hati pendengar. Caca Lolita menunjukkan bahwa tembang seperti ini masih bisa relevan dan kuat, bahkan di tengah gempuran musik modern.
Dengan aransemen yang sederhana namun kuat dalam rasa, dan lirik yang menyayat hati, lagu ini menjelma sebagai anthem diam bagi mereka yang pernah merasakan perihnya berjuang sendiri dalam cinta.
Kini lagu “Dadi Guyonan” telah tersedia di berbagai platform musik digital dan siap menjangkau hati pendengar dari berbagai kalangan.
#DadiGuyonan #CacaLolita #LaguJawa #TembangJawa #MusikJawaModern #LaguSedihJawa #AnarimaNurmawati #RonaldDewa #LaguPatahHati #Cengkarock #AvasanRecord #MusikDaerah #KlatenBersuara #LaguBaru2025 #LaguJawaViral #TembangTresno #JawaNgajakNangis


Tinggalkan Balasan