PEDULIRAKYAT.CO.ID, SIDRAP — Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) menggelar Silaturahim dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan PD ‘Aisyiyah Kabupaten Sidenreng Rappang di Kampus UMS Rappang untuk membahas LGBT yang terjadi di Kabupaten Sidrap, Rabu, (8/9/2021) kemarin.

Dalam silahturahmi ini, membahas  persoalan lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) kembali muncul ke permukaan. Berbagai pihak mengupas fenomena ini dari beragam aspek.

Angkatan Muda Muhammadiyah Kab. Sidrap menganggap bahwa Maraknya LGBT selain mendapat penolakan dari berbagai kalangan, juga memiliki Efek negatif terhadap perkembangan Karakter Pemuda-Pemudi khususnya di Kabupaten Sidrap.

Oleh sebab itu, posisi strategis Pemerintah dalam hal ini sangat diperlukan untuk menangani polemik LGBT secara langsung agar tidak terjadi disintegrasi. Terkhusus Kasus LGBT di Kabupaten Sidrap, hingga saat ini ada beberapa yang menjadi sorotan. Hal demikian yang pada akhirnya mendorong AMM Kabupaten Sidrap perlu angkat bicara.

Rusnaini, Ketua Umum PD Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Sidrap mengatakan Kejadian seperti itu tidak boleh dibiarkan begitu saja, seolah-olah itu bukan sesuatu yang dilarang, bahkan didukung.

“Kita harus berusaha memberi pemahaman ke masyarakat mengenai bahaya perilaku LGBT. Ini bahaya jika kita dibiarkan,” tambahnya.

Muh. Said Husain, Ketua PC IMM Kabupaten Sidrap mengatakan bahwa kasus LGBT ini tidak boleh dibiarkan. Karena pengaruh buruknya besar.

“Keberadaan kaum LGBT juga tidak boleh dimusuhi, dan harus di bina. Perilakunya yang harus kita lawan, sementara manusianya tidak boleh kita kucilkan, karena penyakit yang ada padanya,” kata Said.

LGBT itu bukan cuma ada pada zaman sekarang saja, jauh sebelum itu pun LGBT sudah ada. Contohnya pada masa Nabi Luth, di mana kaumnya penyuka sesama jenis. Di Indonesia sendiri, orientasi Homoseksual ini masih di bilang tertutup, masih belum menampakkan diri, masih Underground. Karena di Indonesia pengaruhnya sangat banyak, ada faktor masyarakat, faktor hukum negara, faktor budaya, terlebih lagi faktor agama.

Romario Surya Ramadhan salah satu Mahasiswa Universitas Teknologi Yogyakarta Program Studi Psikologi saat dihubungi tim media via Whatsapp bahwa LGBT jika ditinjau dari segi Psikologi sebenarnya yang menjadi salah satu pemicu adalah Faktor lingkungan.

“Ada juga yang terkadang sebelum terjadi kasus LGBT, ada kasus pemicu, misalnya dari segi trauma masa lalu, jadi trauma dulu lalu mendorong dia jadi LGBT,” tambahnya.

LGBT Selain ditinjau dari segi Agama, juga di tinjau dari segi Kesehatan dimana LGBT dapat menyebakan kematian pada pelakunya. “ Menurut penelitian, sekitar 70% penyakit HIV adalah orang homoseksual. ”

Dengan begitu, Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kab. Sidrap begitu berharap tindak lanjut pemerintah dalam menangani kasus ini.

Stay connect With Us :